Imbas Dana Desa 187 Triliun, Kini 93 Persen Desa Rajin Gelar Posyandu

Foto/Net

Guyuran anggaran dana desa dalam empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 9.692 unit Polindes dan 28.820 unit Posyandu. Kini, 93 persen desa-desa rutin selenggarakan Posyandu setiap bulannya.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi pada Forum Merdeka Barat 9 di Palembang, (Senin, 4/2).

"Desa yang mengalami kejadian gizi buruk, karena pelayanan sosial dasarnya sudah mulai membaik, perlahan mengalami perbaikan-perbaikan. Desa dengan kejadian gizi buruk berkurang 29 persen," ujarnya.

Realisasi dana desa lainnya, kata Anwar, yaitu telah terbangunnya sepanjang 191.600 kilometer jalan desa. Menurutnya, hal ini tak hanya mempermudah akses masyarakat desa, namun juga berimplikasi signifikan terhadap aktivitas ekonomi perdesaan.

"Contoh lain lagi terkait pasar desa. Dalam empat tahun terakhir dana desa sudah membangun 8.983 unit pasar desa. Ini adalah infrastruktur ekonomi perdesaan yang sangat berpengaruh pada aktifitas ekonomi desa," ujarnya.

Anwar mengatakan, dalam empat tahun terakhir telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 187 triliun, yakni Rp 20,67 triliun pada tahun 2015,  Rp 46,98 triliun pada tahun 2016, Rp 60 triliun pada tahun 2017 dan Rp 60 triliun pada tahun 2018.

Sedangkan tahun 2019, total dana desa yang akan disalurkan sebesar Rp 70 triliun. Sehingga total dana desa yang disalurkan dalam lima tahun berjalan sebwsar Rp 257 triliun.

"Dana desa tidak pernah ada pengurangan. Justru meningkat setiap tahunnya. Artinya, komitmen pemerintah sangat tegas. Bahwa dana desa bisa menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Ia menerangkan, dana desa saat pertama diluncurkan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial dasar. Hal ini disebabkan masih minimnya ketersediaan infrastruktur dan pelayanan sosial dasar di desa seperti jalan, jembatan, Polindes, Posyandu, dan Saran Air Bersih.

"Tahun 2017 kita mulai perkenalkan dengan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan). Desa kita karakternya sangat beragam. Kita dorong desa menemukan keunggulannya. Kemudian kita dorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan BUMDes kita bangun desa mampu membangun secara berkelanjutan secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan eksternal," ujarnya.

Selanjutnya dana desa tahun 2018 menurutnya, dilakukan inovasi baru yakni dengan menerapkan sistem padat karya tunai. Menurutnya, padat karya tunai bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat dan memastikan bahwa dana desa berputar di desa.

"Tahun 2018 ini adalah momentum untuk mendorong padat karya tunai. Ini didorong untuk bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga untuk mindset (pola pikir) tangan di bawah menjadi tangan di atas. Maksudnya mengurangi dari bantuan tunai, jadi masyarakat bekerja," ujarnya. [dzk]

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakarta Boleh Shalat Jumat Kalau PSBB Tak Diperpanjang
Kesehatan

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakar..

03 Juni 2020 19:36
Update Covid-19: Positif 28.233 Orang, Sembuh 8.406 Orang Dan Meninggal 1.698 Orang
Kesehatan

Update Covid-19: Positif 28...

03 Juni 2020 15:54
Kembali Bertambah, Kasus Sembuh Covid-19 Di Jakarta Kini Sudah 2.530 Orang
Kesehatan

Kembali Bertambah, Kasus Sem..

03 Juni 2020 15:50
Resep Pangan Aman Dari BPOM Selama Masa Pandemik Covid-19
Kesehatan

Resep Pangan Aman Dari BPOM ..

03 Juni 2020 15:34
WHO Mendebat Pernyataan Dokter Terkemuka Italia Yang Katakan Virus Corona Telah Melemah
Kesehatan

WHO Mendebat Pernyataan Dokt..

03 Juni 2020 07:18
Berawal Dari Menantu, Keluarga Besar Bupati Ini Positif Covid-19
Kesehatan

Berawal Dari Menantu, Keluar..

02 Juni 2020 23:47
Sosialisasi Protokol Kesehatan Di Terminal Kalideres Jelang New Normal
Kesehatan

Sosialisasi Protokol Kesehat..

02 Juni 2020 21:23
Bertambah 159, Pasien Sembuh Covid-19 Di Ibukota Kini Sudah 2.405 Orang
Kesehatan

Bertambah 159, Pasien Sembuh..

02 Juni 2020 18:33