Refleksi 100 Tahun Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

Selasa, 24 Desember 2019, 00:03 WIB
Laporan: Raiza Andini

Direktur Utama RSCM, Lies Dina Liastuti/RMOL

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menginjak usia 100 tahun di bulan Desember ini. Berdiri sejak zaman penjajahan Belanda tentunya membuat rumah sakit tertua di Indonesia ini menjadi acuan bidang kedokteran Tanah Air.

Berdirinya RSCM bermula ketika didirikannya Centrale Burgelijke Ziekenhuis (CBZ) dan bersatu dengan Stovia. Pada 1942, CBZ menjadi Rumah Sakit Perguruan Tinggi (Ika Daigaku Byongin).

Direktur Utama RSCM, Lies Dina Liastuti menyampaikan, refleksi 100 tahun RSCM ini dimaknai sebagai tanggung jawab besar untuk menyehatkan Indonesia dari marabahaya penyakit yang semakin hari semakin aneh.

“Beban rumah sakit ini sebetulnya bukan uang. Kami pompa semangat agar tidak putus asa dalam menjalankan amanah besar, tantangannya luar biasa dalam menghadapi berbagai manusia,” ucap Lies saat ditemui di Jakarta, Senin (23/12).

Selama satu abad berdirinya RSCM, sejumlah dokter telah melakukan penelitian berbagai penyakit dan menjadi rujukan banyak RS dalam mengatasi masalah pasien.

“Untuk penelitian, kami juga memecahkan permasalahan kesehatan berdasarkan keilmuan dari hasil penelitian tersebut,” katanya.

Pihaknya menambahkan, saat ini telah banyak pencapaian RSCM dalam bidang kesehatan dengan mengikuti perkembangan, khususnya dalam kemajuan teknologi dunia.

"Pendahulu saya sudah banyak sekali, saya penerus. Pencapaian tentu banyak sekali, tetapi kami sudah melakukan banyak penelitian termasuk stem cell atau sel punca,” jelasnya.

Untuk mengembangkan teknologi kesehatannya, RSCM juga telah menciptakan terobosan baru dalam model pelayanan dengan menggunakan sistem robotic.

"Kami punya sistem robotic untuk menangani masalah prostat, bayi tabung juga banyak, penyakit dalam, kemoterapi, dan anak,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO
Tag:

Kolom Komentar


Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020
Video

Dokter Ketty Herawati Sultana Meninggal Karena Corona, Sempat Rawat Menhub Budi Karya

Minggu, 05 April 2020