Kemenkes Ganti Diksi "Karantina" Jadi "Observasi WNI Sehat", Begini Mekanismenya

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto/Net

Implementasi rencana evakuasi Warga Negara Indonesia di Provinsi Hubei, China akhirnya dilaksanakan pemerintah hari ini. Pasalnya pada Jumat malam kemarin (31/1), Kementerian Kesehatan telah selesai mematangkan mekanisme karantina WNI yang akan digelar di Indonesia.

Dalam catatan laporan rapat final koordinasi Kemenkes yang diterima Kantor Berita Politik RMOL hari ini, disebutkan bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memerintahkan agar diksi "karantina" diganti dengan "observasi WNI sehat".

Pergantian diksi ini dilakukan karena, tim evakuasi nantinya hanya memastikan kesehatan 250 WNI yang akan dievakuasi menggunakan 1 unit C-130 Short body dan 2 Unit Boeing dari maskapai Batik Air.

Dalam catatan ini, disebutkan pula mekanisme evakuasi yang akan dilakukan tim dengan metodelogi keamanan yang tinggi. Misalnya saja, proses penjemputan WNI di bandara Wuhan, disebutkan tidak perlu keluar pesawat. Kalau pun diperlukan, tim evakuasi wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kemudian untuk tahap boarding pesawat, WNI hanya diperbolehkan masuk dan keluar dari pintu belakang pesawat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan crew pesawat yang bertugas tidak terinfeksi penyebaran virus corona. Sebab menurut Kemenkes, crew pesawat merupakan aset yang harus dilindungi.

Adapun untuk memastikan kesehatan para crew pesawat, Menkes meminta bantuan dari Koopssus TNI untuk bertugas membantu pramugari menyajikan makanan bagi WNI di pesawat. Dengan cara itu, otimatis kesehatan crew pesawat bisa dijamin dengan tidak melakukan kontak langsung.

Dalam proses pelayanan WNI di pesawat, Koopssus TNI tidak perlu menggunakan ADP. Melainkan cukup mengenakan masker N95.

Lebih lanjut, catatan ini juga menjelaskan mekanisme observasi kesehatan yang akan dilakukan di Natuna, Kepulauan Riau. Dimana, observasi kesehatan untuk crew pesawat akan digelar selama 2-3 hari setelah sampai di lokasi. Sementara untuk observasi kesehatan bagi WNI, akan digelar selama 14 hari.

Demi memenuhi target waktu tersebut, Kemenkes akan menyediakan 1.000 tempat observasi kesehatan dengan keadaan yang layak.

Sebagai informasi, jumlah WNI yang akan dievakuasi adalah 250 orang. Jumkah tersebut terdiri dari 101 orang laki-laki dan 149 orang perempuan. Adapun komposisi dari total jumlah penumpang ialah, 247 orang sudah dewasa dan 3 orang masih berusian anak-anak.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Dan 69 Tokoh Di Jabar Sudah Divaksin
Kesehatan

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Da..

18 Januari 2021 21:42
70 Nakes Di Semarang Absen Saat Akan Divaksin Sinovac
Kesehatan

70 Nakes Di Semarang Absen S..

18 Januari 2021 21:12
Nekat Mandikan Jenazah Covid-19, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kesehatan

Nekat Mandikan Jenazah Covid..

18 Januari 2021 19:21
Kasus Positif Melonjak Terus, Satgas Covid-19: 85-87 Kabupaten/Kota Belum Maksimal Terapkan Prokes
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Terus..

18 Januari 2021 19:11
Kasus Positif Melonjak Drastis Selama Dua Minggu, Kapasitas RSD Wisma Atlet Tersisa 20 Persen
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Drast..

18 Januari 2021 19:05
6 Pekan Beruntun, Karawang Dan Depok Selalu Masuk Zona Merah Covid-19
Kesehatan

6 Pekan Beruntun, Karawang D..

18 Januari 2021 17:09
Tambahan Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Lebih Rendah Dari Kasus Sembuh, Ini Datanya
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Covid..

18 Januari 2021 16:25
Brasil Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Kesehatan

Brasil Setujui Penggunaan Da..

18 Januari 2021 10:26