Jangan Abaikan Penyebaran Lewat Diare, Para Ahli Menemukan Virus Corona Ada Dalam Kotoran

Penampakan Virus Corona/Net

Wabah virus corona disebutkan bisa menular antar manusia ke manusia. Tim medis dan otoritas kesehatan kerap mengingatkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan hindari kontak langsung dengan orang dengan suspect virus corona.

Perhatian para dokter terkait penyebaran virus corona terpusat pada sampel pernapasan dari kasus-kasus pneumonia. Belakangan, para ahli kemudian menyimpulkan hak yang tak boleh diabaikan adalah sumber penyebaran yang berasal dari diare.

Amerika Serikat mendeteksi penularan virus corona melalui kotoran. Bloomberg menyebutkan, Amerika telah melakukan penelitian terhadap kasus pertama di Amerika Serikat.

Penemuan ini tidak mengejutkan para ilmuwan yang telah mempelajari virus corona ataupun para dokter yang telah akrab dengan penyakit yang menyebabkan SARS ini. Sebab 20 persen penderita SARS mengalami diare dan menjadi sumber meledaknya wabah SARS.

Virus corona pada kotoran Menurut Profesor Ilmu Kedokteran Hewan dan Biomedis di University of Minenesota, SARS dan virus corona Wuhan mengikat reseptor protein yang berbentuk sama di dalam tubuh dan ditunjukkan pada paru-paru serta usus.

Kondisi ini menjadikan organ tersebut target utama bagi kedua virus. Penemuan virus Wuhan, atau dikenal sebagai 2019-nCoV, ada di dalam materi kotoran dari seorang laki-laki berusia 35 tahun yang diperiksa di Providence Regional Medical Center Everett Washington.

Scott Lindquist, epidemiologis penyakit menular dari Departemen Kesehatan Washington, menyebut hal itu menarik untuk dikaji.

"Penemuan ini menarik," katanya.

Penemuan ini menambah pengetahuan tentang virus corona yang tengah mewabah. Sejauh ini, para peneliti belum tahu penyebab pasti dari penyebaran 2019-nCoV dari manusia satu ke manusia lainnya. Namun, diduga penyebabnya adalah melalui kontak dengan tetesan mengandung virus, yang dapat disebarkan melalui batuk dari orang yang terinfeksi dan ditularkan dengan tangan atau permukaan hingga objek lainnya.

Dokter beberapa kali melaporkan diare pada pasien 2019-nCoV ke rumah sakit Wuhan, termasuk anggota keluarga Shenzen yang terinfeksi di Wuhan dan yang terbaru, kasus pertama AS di negara bagian Washington. Pasien tersebut mengalami diare selama dua hari di mana sampel dinyatakan positif.

Namun, Scott mengungkapkan bahwa laboratorium di Washington tidak berusaha untuk menumbuhkan virus dari spesimen tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut Virus yang ada di dalam kotoran biasanya telah ada selama fase akut dari sebuah infeksi. Hal tersebut terjadi sebelum pasien dibawa ke rumah sakit dan menunjukkan tanda-tanda komplikasi yang mengancam keselamatan.

"Fokus awal untuk deteksi kasus adalah pada pasien dengan pneumonia. Akan tetapi, sekarang kami memahami bahwa beberapa pasien dapat terkena gejala gastrointestinal," tulis Deputi Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Zijian Feng dan rekannya dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Menurut Profesor Kedokteran Klinis dari Australian National University Medical School di Canberra, bukti yang muncul tentang kasus diare yang mengandung virus pada kotoran tersebut memerlukan penyelidikan lebih lanjut. "Ini adalah sesuatu yang baru," kata Collignon mengutip  Bloomberg, Minggu (2/2).

"Kami mengira bahwa penyebabnya adalah tetesan atau cairan dari sistem pernapasan. Namun, dengan SARS, ada bukti kemungkinan lainnya. Kami akan tetap berpikir terbuka untuk adanya kemungkinan lain," ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Dan 69 Tokoh Di Jabar Sudah Divaksin
Kesehatan

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Da..

18 Januari 2021 21:42
70 Nakes Di Semarang Absen Saat Akan Divaksin Sinovac
Kesehatan

70 Nakes Di Semarang Absen S..

18 Januari 2021 21:12
Nekat Mandikan Jenazah Covid-19, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kesehatan

Nekat Mandikan Jenazah Covid..

18 Januari 2021 19:21
Kasus Positif Melonjak Terus, Satgas Covid-19: 85-87 Kabupaten/Kota Belum Maksimal Terapkan Prokes
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Terus..

18 Januari 2021 19:11
Kasus Positif Melonjak Drastis Selama Dua Minggu, Kapasitas RSD Wisma Atlet Tersisa 20 Persen
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Drast..

18 Januari 2021 19:05
6 Pekan Beruntun, Karawang Dan Depok Selalu Masuk Zona Merah Covid-19
Kesehatan

6 Pekan Beruntun, Karawang D..

18 Januari 2021 17:09
Tambahan Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Lebih Rendah Dari Kasus Sembuh, Ini Datanya
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Covid..

18 Januari 2021 16:25
Brasil Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Kesehatan

Brasil Setujui Penggunaan Da..

18 Januari 2021 10:26