Lokasi Karantina WNI Jaraknya 8 KM, Cukup Jauh Untuk Disebut Bisa Menularkan

Lokasi Karantina WNI/Kemenkes

Kementerian Kesehatan memastikan tempat karantina Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan memiliki fasilitas yang terjamin kelayakannya.

Sekitar 237 WNI menempati Hanggar Lanud Raden Sadjad Kab Natuna, Kepulauan Riau, selama masa karantina. Mereka semua dipantau kesehatannya oleh 9 dokter selama 14 hari, serta terdapat 70 tenaga kesehatan yang juga turut memantau lingkungan sekitar lokasi observasi.

"Ya, bukan Rumah Sakit. Kalau orang sakit masukan RS, kalau orang sehat ya masukan rumah sehat. Ini semua orang sehat kok," tegas Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto.

Soal jarak lokasi karantina dengan area permukiman juga sempat jadi cibiran. Dikatakan, lokasinya terlalu dekat sehingga berpotensi menularkan virus ke penduduk setempat.

Cibiran ini juga dibantah dengan tegas oleh dr Yurianto.

"Yang nanggapi sudah pernah ke sini belum? Ya jarak terdekat itu 8 km itu menurut Anda dekat atau jauh? Kemudian virus ini nularnya pakai apa? Percikan ludah, dahak orang sakit. Ada nggak orang batuk 8 km langsung sampai? Nah, iya artinya nggak logis kan," tegasnya.

Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menjelaskan bahwa pemilihan Natuna sebagai lokasi observasi merupakan kebijakan pemerintah. Sementara dari pihak Kemenkes menyediakan pelayanannya.

"Kami dari Kemenkes memberikan persiapan pelayanan, tapi tentu pemerintah punya pertimbangan-pertimbangan, karena masalah waktu, jumlah, dan persoalan kedaruratannya sendiri," terangnya dalam konperensi pers terkait wabah virus corona 2019-nCoV di Gedung Kemenkes Jakarta, Senin (3/2).

Ada banyak opsi yang tadinya disiapkan, tapi kemudian pemerintah memilih Natuna sebagai tempat observasi kesehatan selama masa karantina. Untuk konsep kekarantinaan yang dilakukan, menurut Anung, mengobservasi dan bukan membatasi.

"Dan dalam tatanan observasi, pemahaman, dan pengetahuan terhadap mekanisme penularan itulah yang menjadi bahan perhatian kita," kata Anung.

Mengenai penularan, Anung memastikan, jarak lokasi karantina dengan perumahan warga cukup jauh.

"Nah, jarak yang saat ini ada, cukup jauh. Virus ini tidak terlalu kuat bertahan di udara, karena itulah yang kemudian kita yakini," jelasnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Dan 69 Tokoh Di Jabar Sudah Divaksin
Kesehatan

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Da..

18 Januari 2021 21:42
70 Nakes Di Semarang Absen Saat Akan Divaksin Sinovac
Kesehatan

70 Nakes Di Semarang Absen S..

18 Januari 2021 21:12
Nekat Mandikan Jenazah Covid-19, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kesehatan

Nekat Mandikan Jenazah Covid..

18 Januari 2021 19:21
Kasus Positif Melonjak Terus, Satgas Covid-19: 85-87 Kabupaten/Kota Belum Maksimal Terapkan Prokes
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Terus..

18 Januari 2021 19:11
Kasus Positif Melonjak Drastis Selama Dua Minggu, Kapasitas RSD Wisma Atlet Tersisa 20 Persen
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Drast..

18 Januari 2021 19:05
6 Pekan Beruntun, Karawang Dan Depok Selalu Masuk Zona Merah Covid-19
Kesehatan

6 Pekan Beruntun, Karawang D..

18 Januari 2021 17:09
Tambahan Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Lebih Rendah Dari Kasus Sembuh, Ini Datanya
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Covid..

18 Januari 2021 16:25
Brasil Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Kesehatan

Brasil Setujui Penggunaan Da..

18 Januari 2021 10:26