Berbincang Dengan Dokter ‘Corona’ Handoko, Ganjar Pranowo Sampaikan Pesan Menyentuh Ini

Gubernur Jawa Tengah/Net

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan apresiasinya terhadap Dokter Handoko Gunawan, ahli paru yang mendedikasikan dirinya untuk merawat pasien virus corona.

Bahkan tadi malam, Jumat (20/3), Ganjar menyempatkan diri menghubungi Handoko lewat telepon. Percakapan telepon bersama Handoko diunggahnya lewat akun Instagram @ganjar_pranowo.

"Beliau bernama Handoko. Cucunya memanggil engkong Handoko, seorang dokter yg mendedikasikan diri utk kemanusiaan. Bbrp menit lalu jam 22.31 saya ngobrol sama beliau..., begini pesan beliau," tulis Ganjar dalam akunnya, Sabtu (21/3).

“Bagaimana kondisi Bapak hari ini?” tanya Ganjar.

"Udah sehat, udah bisa makan. Tapi capeknya luar biasa, dikarantina sama dokter paru-paru saya,” jawab Handoko.

Ganjar pun berterus terang bahwa ia mengikuti kabar tentang Handoko lalu mencari nomor teleponnya.

“Saya mencari nomor Bapak, dan akhirnya hari ini bisa bertemu. Saya sangat menghormati, saya apresiasi, Bapak menginspirasi kami anak-anak muda ini, Pak.”

Ganjar pun meminta Handoko sedikit menceritakan perjalanannya sampai akhirnya harus beristirahat karena kelelahan.

"Situasinya buruk, mesti ada terobosan. Kalau kayak begini terus, kita nggak tahu yang bertemu di pasar itu siapa, pasien PDP atau ODP, mesti ada terobosan gak bisa cara begini,” urai Handoko.

Handoko pun menitipkan pesan kepada Ganjar, untuk selalu berhati-hati dan menjauhi kontak dengan orang lain untuk saat-saat seperti ini.

“Pesan, Pak Ganjar juga terutama hati-hati Bapak terus bersentuhan dengan orang jangan seperti saya kalau bisa. Melindungi diri ya, Pak.”

Kondisi Handoko yang disebut sebagai 'Dokter Corona' kian membaik. Sebelumnya Handoko dirawat di RSUP Persahabatan sejak Selasa (17/3) malam karena kelelahan.

Dokter yang dkenal ramah terhadap pasien-pasiennya ini  viral di media massa karena pengabdiannya di tengah wabah virus corona. Walau usianya sudah mencapai 80 tahun, Handoko tetap menjalani tugasnya menangani pasien corona. Bahkan ia tetap harus bekerja hingga pukul 3 dini hari.

Hal itu terpicu karena dorongannya melihat terbatasnya tenaga medis di saat wabah corona kian tinggi.

Keberaniannya menangani pasien virus Ccrona menjadi perhatian publik, mengingat virus ini sangat berisiko untuk orang yang berusia lanjut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Studi JAMA Cardiology Sebut 78 Persen Pasien Covid-19 Yang Telah Pulih Berpotensi Mengalami Kerusakan Jantung
Kesehatan

Studi JAMA Cardiology Sebut ..

10 Agustus 2020 16:36
Hati-hati, Cegukan Terus Menerus Bisa Jadi Gejala Covid-19
Kesehatan

Hati-hati, Cegukan Terus Men..

10 Agustus 2020 08:16
Tangsel Perpanjang PSBB Sampai 23 Agustus, Ini Alasannya
Kesehatan

Tangsel Perpanjang PSBB Samp..

10 Agustus 2020 05:36
Sosialisasi Protokol Kesehatan Gencar Dilakukan Di Paloh
Kesehatan

Sosialisasi Protokol Kesehat..

10 Agustus 2020 03:24
Bertambah 1.893 Orang, Positif Virus Corona Nasional Di Angka 125.396 Kasus
Kesehatan

Bertambah 1.893 Orang, Posit..

09 Agustus 2020 16:16
Para Ahli Kesehatan Dunia: Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Vaksin Covid-19
Kesehatan

Para Ahli Kesehatan Dunia: J..

09 Agustus 2020 10:46
Tambahan Kasus Positif Corona 8 Agustus Kembali Tembus 2 Ribu, Total Sekarang 123.503 Kasus
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Coron..

08 Agustus 2020 16:19
Doni Monardo Mandatkan GA Covid-19 Sebagai Relawan Pos Corona
Kesehatan

Doni Monardo Mandatkan GA Co..

08 Agustus 2020 02:20