Effendi Gazali Usul Pemerintah Lakukan Lockdown Gotong Royong, Imam Prasojo Tepat Jadi Koordinator

Effendi Gazali/Net

Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali, mengusulkan kepada pemerintah untuk segera melakukan lockdown atau karantina secara nasional.

Langkah ini seyogyanya patut dipertimbangkan. Sebab jika melihat perkembangan terkini dari kasus positif (1.046 orang) dan kasus meninggal (87 orang), angkanya jauh lebih tinggi ketimbang kasus yang sembuh (46 orang).

"Sebelum terlambat lebih jauh, lockdown (karantina nasional) sudah layak jadi pilihan atau keputusan!" kata Effendi Gazali dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/3).

Terkait usul tersebut, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Pascasarjana UI ini memberikan enam langkah kongkrit yang bisa dijalankan pemerintah.
 
Pertama, dijelaskan Effendi Gazali, pemerintah bisa menunjuk sosiolog Imam Prasojo sebagai Koordinator atau Ketua Gotong Royong Lockdown Nasional.

"Tokoh ini, menurut hemat saya obyektif, mengerti kondisi masyarakat Indonesia, dan cukup punya jaringan yang dibutuhkan," sebutnya.

Langkah kedua, adalah membentuk tim-tim koordinasi kecil, dan menghidupkan jaringan masyarakat hingga ke tingkat terkecil, seperti RT/RW.

"Koordinator atau Ketua harus membentuk tim kecil dan menghidupkan jaringan ke tingkat terkecil di RT-RT," kata Effendi Gazali.

"Di seluruh RT dan Komunitas terkecil, bikin data rinci (sebetulnya inilah bagian dari interactivebig data, yang sudah dijadikan kehendak nasional). Berapa jumlah keluarga yang harus kita dukung kalau lockdown (karantina nasional), dan berapa orang anggota per-keluarganya," sambungnya.

Kemudian untuk langkah ketiga, tim koordinasi lockdown di tingkat bawah, menjalankan tugas sebagai pihak yang menginventarisir tingkat sosial di masyarakat. Tujuannya adalah agar si kaya dan si miskin bisa bergotong royong, alias membantu satu sama lain.

"Siapa-siapa saja dari RT itu, atau dari lingkungan terdekat, yang berkehendak baik dan berkemampuan, mendukung keluarga yang membutuhkan tersebut, dalam wujud, 14 hari dikali paket sembako," beber Effendi Gazali.

Untuk selanjutnya, proses penyaluran sembako juga mesti diatur secara seksama. Yakni melalui mekanisme pembagian oleh tim relawan.

"Setiap pagi hari, langsung ke rumah-rumah keluarga yang membutuhkan," terang Effendi Gazali.

Selain itu, pemerintah mesti memfasilitasi infrastruktur kesehatan dan pola hidup bersih di tingkat terbawah masyarakat. Hal ini menja langkah kelima yang juga penting direalisasikan.

"Seluruh RT juga dibuatkan tiga sampai empat (atau sebanyaknya) tempat cuci tangan portabel disertai sabun. Tujuan praktisnya adalah sebagai sesuatu yang harus digunakan, juga pengingat (simbol terdekat) bahwa seluruh warga harus rajin cuci tangan dengan sabun," sebutnya.

Dengan demikian, upaya lockdown atau karantina nasional selama dua minggu yang diusulkan Effendi Gazali bisa menghasilkan.

"Nanti kita lihat perkembangannya. Pasti akan ada kelemahan dan kekurangan, tapi setidaknya di sinilah gotong royong, atau intisari Pancasila kita diuji, dan kita wujudkan plus pertahankan bersama," harap Effendi Gazali.

"Keluarga saya, insyaaAllah, siap ikut mendukung tiga sampai empat keluarga yang membutuhkan di RT saya, dengan sistem tadi, sembako setiap pagi hari, selama 14 hari, dan bisa dikumpulkan oleh relawan," tutupnya menambahakan.

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Sumbang 1.262 Pasien Corona, Hanya 17 Yang Alami Gejala Klinis Di Sekolah Perwira TNI AD
Kesehatan

Sumbang 1.262 Pasien Corona,..

09 Juli 2020 17:31
Kasus Positif Terbanyak 9 Juli Dari Klaster Pusat Pendidikan Secapa TNI AD
Kesehatan

Kasus Positif Terbanyak 9 Ju..

09 Juli 2020 16:48
Meroket, Hari Ini Positif Corona Bertambah 2.657 Orang, Yang Sembuh Juga Banyak
Kesehatan

Meroket, Hari Ini Positif Co..

09 Juli 2020 16:18
Gara-gara Tulang Ikan, Warga Malaysia Ini Harus Bayar Rp 28 Juta Untuk Pengobatannya
Kesehatan

Gara-gara Tulang Ikan, Warga..

09 Juli 2020 15:17
Tembus Seribu, Pasien Positif Covid-19 Yang Masih Dirawat Di RSD Wisma Atlet
Kesehatan

Tembus Seribu, Pasien Positi..

09 Juli 2020 11:42
Melihat Data, Kasus Corona Di Indonesia Masih Akan Terus Naik
Kesehatan

Melihat Data, Kasus Corona D..

09 Juli 2020 11:34
Ilmuan Inggris Peringatkan Adanya Potensi Kerusakan Otak Pada Pasien Covid-19
Kesehatan

Ilmuan Inggris Peringatkan A..

09 Juli 2020 11:18
Kasus Covid-19 Jakarta Nambah 345 Orang, 50-an Baru Pulang Dari Luar Negeri
Kesehatan

Kasus Covid-19 Jakarta Namba..

08 Juli 2020 17:12