Sudah Lama Pantau Covid-19, Anies Baswedan: Saat Itu Ada Kasus, Tapi Tidak Ada Kewenangan Memeriksa

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

Harus diakui bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat  tanggap dalam menghadapi wabah virus mematikan asal Wuhan, China. Yakni, virus corona atau Covid-19.

Bahkan, saat virus tersebut masih bernama pneumonia Wuhan, Gubernur Anies telah mulai merancang langkah antisipatif.

Dirinya pun jauh-jauh hari telah memprediksi jika hal tersebut tidak ditangani secara serius maka bukan tidak mungkin virus tersebut akan masuk ke Jakarta.

Hal tersebut terungkap saat Anies menjadi narasumber dalam channel Youtube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Sabtu (28/3).

"Kita langsung menjangkau pelayanan kesehatan di Jakarta 190 rumah sakit, klinik. Kita namanya masih pneumonia Wuhan. Berita tahu kepada semua rumah sakit ini indikasinya, orang-orang potensi seperti apa, baru pulang dari luar negeri, sekarang disebut ODP," kata Anies.

Bukan hanya itu, Anies pun diketahui langsung menggelar rapat pimpinan untuk membahas bahaya penyebaran corona di Jakarta. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah peran imigrasi dalam mencatat pergerakan warga yang masuk ke Indonesia dari China.

Berdasarkan rapat itu, Anies meminta semua SKPD menyusun langkah-langkah mitigasi, termasuk menyusun Pergub untuk penanganan virus corona. Kemudian, Dinas Kesehatan mengeluarkan surat edaran kewaspadaan bahaya corona.

"Ini sangat serius. Kita pantau terus tiap 2 hari sekali dapat data berapa jumlah ODP berapa PDP datanya makin hari makin naik. Saat itu sudah ada kasus, kita enggak punya kewenangan melakukan pemeriksaan," jelasnya.

Saat pemantauan terus dilakukan, Anies akhirnya mengeluarkan Instruksi Gubernur 16/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 pada 25 Februari 2020.

Di sisi lain, saat Anies mengeluarkan Pergub, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan masih belum belum mengumumkan adanya kasus di Indonesia. Bahkan mengatakan Indonesia zero corona.

Namun, selang sehari setelahnya Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus pertama di tanah air yang terjangkit Covid-19.

Selanjutnya, Anies pun langsung mengumumkan telah membentuk Tim Tanggap Covid-19 untuk memimpin pengendalian penyebaran corona.

Bahkan, saat itu, Anies sudah mengungkap 115 orang yang dipantau dan 32 orang diawasi terkait kasus corona.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Tambahan Pasien Covid-19 Di Atas Jumlah Pasien Sembuh Hari Ini, Kasus Aktif Naik
Kesehatan

Tambahan Pasien Covid-19 Di ..

04 Maret 2021 17:16
Varian Baru Covid Masuk Jabar, Dekan FK Unpad: Jangan Panik!
Kesehatan

Varian Baru Covid Masuk Jaba..

04 Maret 2021 12:26
Varian Baru Corona Terdeteksi Di Indonesia, Epidemiolog: Masyarakat Jangan Buru-buru Panik
Kesehatan

Varian Baru Corona Terdeteks..

04 Maret 2021 10:29
Kemenkes: Corona B117 Menular Lebih Cepat Menular, Tapi Tidak Menyebabkan Bertambah Parahnya Penyakit
Kesehatan

Kemenkes: Corona B117 Menula..

04 Maret 2021 09:44
Ketum Kadin Sebut 5 Jenis Vaksin Diproyeksi Masuk Tahun Ini
Kesehatan

Ketum Kadin Sebut 5 Jenis Va..

03 Maret 2021 22:33
Prof Zubairi Djoerban: Positif Corona Turun Bukan Berarti Pandemi Berakhir, Ada Strain B.1.1.7
Kesehatan

Prof Zubairi Djoerban: Posit..

03 Maret 2021 20:44
Tambahan Pasien Terus Melandai, Hari Ini Kasus Aktif Covid-19 Turun Hingga 2.448
Kesehatan

Tambahan Pasien Terus Meland..

03 Maret 2021 17:19
Sarankan Pakai masker, Ahli Inggris: Orang Dapat Tertular Covid-19 Dari Pelari Yang Terengah-engah Saat Mereka Lewat
Kesehatan

Sarankan Pakai masker, Ahli ..

03 Maret 2021 16:25