MUI Pusat: Mati Syahid, Pemakaman Korban Covid-19 Tidak Boleh Ditolak

Ustad Anton Tabah/Net

Masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menolak pemakaman jenazah korban wabah penyakit, termasuk Covid-19.

Pemakaman jenazah korban Covid-19 sudah pasti ditangani petugas medis yang sangat profesional, bukan oleh masyarakat umum. Selain itu, jenazahnya juga diperlakukan sangat khusus seperti layaknya orang mati syahid.

“Jangan takut tertular karena setelah dikubur masih disemprot cairan disinfektan pembasmi kuman dan virus corona yang langsung hilang dalam hitungan menit,” ujar Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat Anton Tabah pada redaksi via telepon, Selasa malam (31/30).

Mantan petinggi Polri ini menyesalkan  penolakan atas pemakaman jenazah korban wabah Covid-19 yang terjadi di sejumlah tempat. Umumnya warga yang menolak mengangap korban meninggal dunia dalam keadaan tidak baik.

Anton mengatakan, setiap orang yang wafat karena wabah, maka wafatnya itu dalam keadaan syahid.

“Itu berarti kematian yang baik dan tanpa hisab,” ujarnya.

Ia mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh setidaknya tiga perawi yakni Abu Daud, Imam Bukhari, dan Imam Nasai.

Nabi Muhammad SAW di dalam hadist tersebut mengatakan, selain gugur di jalan Allah dalam majelis ilmu atau perang, ada tujuh kematian lain derajatnya mati syahid.

Ketujuhnya adalah meninggal karena penyakit thaun atau wabah, karena tenggelam, karena sakit radang selaput dada, karena sakit perut, karena terbakar, terkena reruntuhan, dan bagi wanita yang meninggal dalam keadaan hamil atau ketika melahirkan.

Selain itu Nabi Muhammad SAW juga menambahkan, orang yang wafat ketika shalat isya dan subuh berjamaah juga mati syahid.

Ketua Penanggulangan Penodaan Agama MUI ini melanjutkan, tidak termasuk mati syahid jika sengaja ingin mati dalam wabah penyakit yang sedang.

“Ini artinya kita harus ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan mentaati aturan dari ulama dan pemerintah yang otoritatif tentang masalah ini,” sambungnya lagi.

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat yang kini aktif berdakwah itu mengajak semua pihak untuk ikut memberikan penjelasan tentang proses pemakaman korban Covid-19 yang syahid ini.

Di sisi lain, MUI Pusat pun sudah mengeluarkan fatwa mengenai hal ini pekan lalu (Senin, 16/3).

“Penolakan yang terjadi akibat kurangnya komunikasi dan informasi pada masyarakat,” demikian Anton Tabah.

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Usul Berlakukan New Normal Di Tempat Kerja, Pelaku Industri Diminta Jalankan Protokol Covid-19
Kesehatan

Usul Berlakukan New Normal D..

31 Mei 2020 23:24
153 Orang Reaktif Covid-19 Dalam Rapid Test Yang Digelar BIN Di Zona Merah Surabaya
Kesehatan

153 Orang Reaktif Covid-19 D..

31 Mei 2020 22:32
Perawatan Pasien Covid-19 Capai Rp 215 Juta, DPR: Harus Dievaluasi!
Kesehatan

Perawatan Pasien Covid-19 Ca..

31 Mei 2020 19:38
Cerita Driver Ojol Aryo Wicaksono, Pasien Covid-19 Yang Dinyatakan Sembuh Dan Sempat Dikucilkan Warga
Kesehatan

Cerita Driver Ojol Aryo Wica..

31 Mei 2020 16:54
Update Covid-19: Kasus Positif 26.473 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 293 Orang
Kesehatan

Update Covid-19: Kasus Posit..

31 Mei 2020 16:00
Ratusan Warga Ciledug Tangerang Antusias Ikuti Rapid Test BIN
Kesehatan

Ratusan Warga Ciledug Tanger..

31 Mei 2020 04:30
Dinilai Sudah Aman, RSHS Bandung Siap Buka Kembali Layanan Kesehatan Non-Covid-19
Kesehatan

Dinilai Sudah Aman, RSHS Ban..

31 Mei 2020 02:08
Update Corona 30 Mei: Positif 25.773 Orang, Sembuh 7.015 Orang, Dan Meninggal 1.573 Orang
Kesehatan

Update Corona 30 Mei: Positi..

30 Mei 2020 15:49