Arus Mudik Tinggi, Pakar: Selama Virus Masih Ditransmisikan Secara Aktif Maka Penderita Bertambah

Virus Corona/Net

Arus mudik tahun ini bergerak jauh lebih cepat. Pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) serta sistem belajar dari rumah (Home Learning), yang menjadi faktor pendorong perantauan pencari kerja di Jakarta pulang kampung lebih cepat.

Ribuan perantau juga terancam kehilangan pekerjaannya karena usaha yang diterjang wabah virus corona.

Mereka pun memilih segera mudik sebelum arus jalan ke beberapa kota ditutup karena wabah ini.

Gerakan mudik dari Jakarta ke daerah akan memunculkan kasus baru. Para pemudik bisa saja menjadi pembawa virus ke daerahnya yang mungkin masih bebas dari virus.
 
Pakar virus Universitas Brawijaya (UB) Malang Andrew William Tulle mengatakan, jika upaya pencegahan transmisi dapat dimaksimalkan, perkiraan puncak wabah juga akan bergeser dan wabah virus bisa segera berakhir.

Sayangnya, selama ini virus corona masih ditransmisikan secara efektif antarmanusia, sehingga jumlah penderita terus bertambah.

Andrew mengungkapkan, perlunya menghambat penyebaran dengan mengurangi transmisi.

”Upaya yang dapat dilakukan adalah menghambat penyebaran dengan mengurangi kemungkinan transmisi virus antarmanusia, hingga seluruh penderita sembuh dan terbebas dari virus,” kata Andrew, melansir Antara, Rabu (1/4).

Virus corona merupakan virus yang memiliki selubung di bagian luar yang disebut envelope. Jika envelopenya rusak akan menjadi inaktif. Oleh karena itu, virus-virus envelope mudah diinaktifkan.

Namun, virus corona berbeda dengan virus envelope yang lain, karena lebih mampu bertahan di lingkungan.

Belum diketahui faktor yang menyebabkan virus corona lebih stabil dan bisa bertahan.

Penelitian terbaru di NIH (National Institute of Health, US), virus corona dapat bertahan di lingkungan selama delapan jam dengan sedikit penurunan jumlah mulai terjadi pada tiga jam pertama.

Selain itu, virus tersebut juga dapat bertahan cukup lama pada permukaan benda mati. Waktu paro virus, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk jumlah virus berkurang menjadi separonya, pada permukaan tembaga sekitar tiga jam, kertas kardus sekitar delapan jam, besi selama 13 jam, dan plastik selama 15 jam.

Bahkan, covid-19 ini masih terdeteksi di besi dan plastik hingga 72 jam, tetapi jumlahnya sudah turun hingga sepertiganya.

"Namun, penelitian tersebut hanya menguji stabilitas virus, belum diketahui apakah virus tersebut masih infeksius atau tidak,” ujar Andrew.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Usul Berlakukan New Normal Di Tempat Kerja, Pelaku Industri Diminta Jalankan Protokol Covid-19
Kesehatan

Usul Berlakukan New Normal D..

31 Mei 2020 23:24
153 Orang Reaktif Covid-19 Dalam Rapid Test Yang Digelar BIN Di Zona Merah Surabaya
Kesehatan

153 Orang Reaktif Covid-19 D..

31 Mei 2020 22:32
Perawatan Pasien Covid-19 Capai Rp 215 Juta, DPR: Harus Dievaluasi!
Kesehatan

Perawatan Pasien Covid-19 Ca..

31 Mei 2020 19:38
Cerita Driver Ojol Aryo Wicaksono, Pasien Covid-19 Yang Dinyatakan Sembuh Dan Sempat Dikucilkan Warga
Kesehatan

Cerita Driver Ojol Aryo Wica..

31 Mei 2020 16:54
Update Covid-19: Kasus Positif 26.473 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 293 Orang
Kesehatan

Update Covid-19: Kasus Posit..

31 Mei 2020 16:00
Ratusan Warga Ciledug Tangerang Antusias Ikuti Rapid Test BIN
Kesehatan

Ratusan Warga Ciledug Tanger..

31 Mei 2020 04:30
Dinilai Sudah Aman, RSHS Bandung Siap Buka Kembali Layanan Kesehatan Non-Covid-19
Kesehatan

Dinilai Sudah Aman, RSHS Ban..

31 Mei 2020 02:08
Update Corona 30 Mei: Positif 25.773 Orang, Sembuh 7.015 Orang, Dan Meninggal 1.573 Orang
Kesehatan

Update Corona 30 Mei: Positi..

30 Mei 2020 15:49