BNPB Belum Bisa Memberikan Data Lengkap Dan Terbuka Terkait Covid-19, Polisi Dan Tentara Akan Dilibatkan

Foto: Repro

Pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi ujung tombak penanganan penyebaran virus corona baru atau Covid-19, belum bisa memberikan data yang lengkap dan terbuka terkait  jumlah kasus dan korban.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo Soetarno ketika menjawab pertanyaan dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Energy Academy Indonesia (EAI), Minggu malam (5/4).

Menurut Agus Wibowo, keterbatasan itu terjadi karena data yang mereka terima dari Kementerian Kesehatan juga terbatas.

Feeding data dari Kemenkes terbatas. Jadi kami belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka. Itu memang salah satu kendala yang ada saat ini,” ujar Agus Wibowo.

“Kita telah berusaha, salah satunya dengan Covid itu (Aplikasi Lawan Covid-19). Besok akan ada penandatanganan MoU untuk membuka datanya,” sambung Agus Wibowo.

Juga dikatakannya, pihaknya akan menggerakkan banyak tenaga baik dari BNPB, BNPBD, maupun TNI dan Polri untuk mengisi data.

“Nanti langsung connect ke aplikasi, seluruh Indonesia langsung jadi,” tegasnya.

Diskusi tersebut dimoderatori Muhammad Zaki Almuzaki dari EAI. Sementara pembicara lain adalah Kepala Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Nuning Nuraini, Sekteraris Satgas NU Peduli Covid-19 Surotul Ilmiyah, dan Pendiri Kawal Covid-19 Ainun Najib.

Mengomentari jawaban Agus Wibowo, Pendiri Kawal Covid-19, Ainun Najib, mengingatkan bahwa keterbukaan data penting untuk membangun kepercayaan pada pemerintah.

Ainun juga khawatir, data-data yang tidak sempurna ini akan membuat masyarakat menjadi lengah dan menyangka penyebaran Covid-19 sudah melandai.

Sebelumnya, dalam presentasi Agus mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan tes terhadap 2.000an lebih orang. Dari jumlah itu, per hari Minggu (5/4), sebanyak 2.273 orang dinyatakan terinveksi Covid-19.

Ia membandingkan jumlah ini dengan jumlah tes yang telah dilakukan di Amerika Serikat, sekitar 2,5 juta.

“Ini termasuk masalah yang sedang dibicarakan di Gugus Tugas bagaimana kita bisa mempercepat dan mengadakan alat yang banyak,” ujarnya sambil menambahkan saat ini Indonesia memiliki 14 laboratorium untuk memeriksa hasil tes Covid-19.  

“Kami sedang berusaha agar nanti di setiap provinsi ada tes PCR,” sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakarta Boleh Shalat Jumat Kalau PSBB Tak Diperpanjang
Kesehatan

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakar..

03 Juni 2020 19:36
Update Covid-19: Positif 28.233 Orang, Sembuh 8.406 Orang Dan Meninggal 1.698 Orang
Kesehatan

Update Covid-19: Positif 28...

03 Juni 2020 15:54
Kembali Bertambah, Kasus Sembuh Covid-19 Di Jakarta Kini Sudah 2.530 Orang
Kesehatan

Kembali Bertambah, Kasus Sem..

03 Juni 2020 15:50
Resep Pangan Aman Dari BPOM Selama Masa Pandemik Covid-19
Kesehatan

Resep Pangan Aman Dari BPOM ..

03 Juni 2020 15:34
WHO Mendebat Pernyataan Dokter Terkemuka Italia Yang Katakan Virus Corona Telah Melemah
Kesehatan

WHO Mendebat Pernyataan Dokt..

03 Juni 2020 07:18
Berawal Dari Menantu, Keluarga Besar Bupati Ini Positif Covid-19
Kesehatan

Berawal Dari Menantu, Keluar..

02 Juni 2020 23:47
Sosialisasi Protokol Kesehatan Di Terminal Kalideres Jelang New Normal
Kesehatan

Sosialisasi Protokol Kesehat..

02 Juni 2020 21:23
Bertambah 159, Pasien Sembuh Covid-19 Di Ibukota Kini Sudah 2.405 Orang
Kesehatan

Bertambah 159, Pasien Sembuh..

02 Juni 2020 18:33