Hadapi Corona Tak Perlu Panik Berlebihan, Kamu Tidak Sendirian

Petugas medis gunakan alat pelindung diri/Net

Wabah virus corona (Covid-19) yang saat ini menjadi pandemik global telah membuat kepanikan sebagian masyarakat. Padahal, kepanikan tersebut justru membuat imun atau daya tahan tubuh melemah.

Kepanikan di saat seperti sekarang ini dinilai wajar, mengingat Covid-19 ini pertamakalinya dirasakan warga dunia dan efek yang ditimbulkannya jauh lebih cepat dari wabah-wabah sebelumnya, seperti mers atau flu burung sekalipun.

“Yang pertama yang perlu disadari, ini kan masalah dunia ya, udah 199 negara yang terkena wabah ini. Nah jadi kita menyadari hal itu semuanya,” kata Dosen departemen psikologi klinis, yang juga asosiat di pusat psikologi Unpad, Ahmad Gimmy Prathama dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (5/4).

Dengan memberikan kesadaran Covid-19 sebagai masalah bersama, diharapkan akan timbul rasa saling terkoneksi satu sama lain dalam menghadapi pandemik secara bersama. Selain itu, di saat-saat sekarang ini masyarakat dipaksa untuk berubah atau melakukan penyesuaian diri, di mana hal ini juga akan memicu stres.

“Hampir dari semua penyesuaian diri dan perubahan itu memang salah satu sumber dari stres, apalagi stress yang berkepanjangan dan tidak kita ketahui berhenti nya Corona kapan,” ujaranya.

Jika seperti ini hal pertama yang harus dilakukan di antaranya dengan merefleksikan diri dan berfikir positif.

“Selalu mencoba berfikir reflektif, merenungkan untuk apa kita masih hidup, suatu saat kita kan akan berakhir juga, yah coba mencari makna dari kejadian ini untuk apa, antara lain ke arah spiritual agar bisa mengenali kesalahan-kesalahan kita, bisa lebih meningkatkan ibadah-ibadah kita. Itu yang menjadi hal yang penting untuk saat ini,” ujar Gimmy.

Pada masa-masa seperti ini, lanjutnya, ada banyak waktu untuk bisa meneliti ke dalam diri, seolah-olah melakukan refleksi terhadap diri sendiri, bercermin untuk mengukur kapasitas kemampuan, kekuatan, termasuk kelemahan.

“Biasanya untuk saat-saat seperti ini orang yang kalau dalam psikologi namanya altruistik. Jadi punya keinginan berbuat baik kepada orang lain atau sayang dengan sesama itu biasanya bermunculan dan memang sekarang kita lihat hal-hal yang seperti itulah yang perlu kita dorong, menyediakan antiseptik di depan rumah misal,” ujarnya.

Hal lainnya adalah tetap mengenali kemampuan diri dan tetap maksimal menggunakan potensi diri sendiri.

“Mau menulis, mau melaporkan sesuatu, sebagai wartawan misalnya tetap lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan seperti kita biasanya seperti itu,” tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakarta Boleh Shalat Jumat Kalau PSBB Tak Diperpanjang
Kesehatan

Jusuf Kalla: Masjid Di Jakar..

03 Juni 2020 19:36
Update Covid-19: Positif 28.233 Orang, Sembuh 8.406 Orang Dan Meninggal 1.698 Orang
Kesehatan

Update Covid-19: Positif 28...

03 Juni 2020 15:54
Kembali Bertambah, Kasus Sembuh Covid-19 Di Jakarta Kini Sudah 2.530 Orang
Kesehatan

Kembali Bertambah, Kasus Sem..

03 Juni 2020 15:50
Resep Pangan Aman Dari BPOM Selama Masa Pandemik Covid-19
Kesehatan

Resep Pangan Aman Dari BPOM ..

03 Juni 2020 15:34
WHO Mendebat Pernyataan Dokter Terkemuka Italia Yang Katakan Virus Corona Telah Melemah
Kesehatan

WHO Mendebat Pernyataan Dokt..

03 Juni 2020 07:18
Berawal Dari Menantu, Keluarga Besar Bupati Ini Positif Covid-19
Kesehatan

Berawal Dari Menantu, Keluar..

02 Juni 2020 23:47
Sosialisasi Protokol Kesehatan Di Terminal Kalideres Jelang New Normal
Kesehatan

Sosialisasi Protokol Kesehat..

02 Juni 2020 21:23
Bertambah 159, Pasien Sembuh Covid-19 Di Ibukota Kini Sudah 2.405 Orang
Kesehatan

Bertambah 159, Pasien Sembuh..

02 Juni 2020 18:33