Kongo Laporkan Munculnya Wabah Ebola Baru Di Tengah Pandemik Covid-19

Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan pada rekannya setelah ekerja di Pusat Perawatan Ebola, di Beni, bagian timur Kongo, belum lama ini. Dalam sepekan terakhir, wabah Ebola telah menewaskan 24 warga Kongo tahun 2018/Net

Persoalan yang dihadapi Kongo dalam penanganan medis saat ini bukan hanya pandemik Covid-19. Dalam waktu yang berbarengan Kongo harus menghadapi kasus kematian akibat Ebola, sementara wabah campak  belum juga berakhir.

Enam kasus ebola ditemukan di Watanga, Mbandaka. Empat orang telah meninggal dunia dan dua orang masih dalam perawatan, menurut keterangan situs WHO. Kemungkinan jumlah kasus meningkat setelah identifikasi dan pengawasan ditingkatkan.

"Lembaga Penelitian Biomedis Nasional (INRB) telah mengkonfirmasi kepada saya bahwa sampel dari Mbandaka terbukti positif untuk Ebola," ujar Menteri Kesehatan Eteni Longondo pada konferensi pers Senin (1/6), mengutip AFP.

"Kami akan mengirimkan mereka vaksin dan obat-obatan dengan sangat cepat," katanya. Ia berencana mengunjungi lokasi wabah pada akhir minggu.

Ibukota provinsi Equateur, Mbandaka adalah pusat transportasi di Sungai Kongo dengan populasi lebih dari satu juta.

Provinsi Equateur sebelumnya dilanda wabah ebola antara Mei dan Juli 2018, di mana 33 orang meninggal dan 21 pulih dari penyakit tersebut.

"Ini adalah provinsi yang sudah mengalami penyakit. Jadi mereka tahu bagaimana merespons. Mereka memulai respon di tingkat lokal kemarin (Minggu)," kata Longondo.

Wabah ebola di Republik Demokratik Kongo, di provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Ituri, sedang dalam tahap akhir sebenarnya ketika emat orang dinyatakan meninggal. Pada 14 Mei 2020, Departemen Kesehatan memulai penghitungan 42 hari untuk deklarasi akhir wabah itu.

Per Minggu, Kongo juga mencatat 3.195 kasus positif virus corona dengan 72 kematian. Sejak 2019, negara Afrika ini juga memiliki 369 520 kasus campak dengan 6779 kematian telah dilaporkan.

"Ini adalah pengingat bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Meskipun banyak perhatian saat ini tertuju pada pandemi corona, ia menegaskan, WHO terus memantau dan merespons banyak keadaan darurat kesehatan lainnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020
Video

Agak Sulit ya Ternyata Bekerja Dengan Baik dan Benar

Minggu, 05 Juli 2020
Video

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020

Artikel Lainnya

Sumbang 1.262 Pasien Corona, Hanya 17 Yang Alami Gejala Klinis Di Sekolah Perwira TNI AD
Kesehatan

Sumbang 1.262 Pasien Corona,..

09 Juli 2020 17:31
Kasus Positif Terbanyak 9 Juli Dari Klaster Pusat Pendidikan Secapa TNI AD
Kesehatan

Kasus Positif Terbanyak 9 Ju..

09 Juli 2020 16:48
Meroket, Hari Ini Positif Corona Bertambah 2.657 Orang, Yang Sembuh Juga Banyak
Kesehatan

Meroket, Hari Ini Positif Co..

09 Juli 2020 16:18
Gara-gara Tulang Ikan, Warga Malaysia Ini Harus Bayar Rp 28 Juta Untuk Pengobatannya
Kesehatan

Gara-gara Tulang Ikan, Warga..

09 Juli 2020 15:17
Tembus Seribu, Pasien Positif Covid-19 Yang Masih Dirawat Di RSD Wisma Atlet
Kesehatan

Tembus Seribu, Pasien Positi..

09 Juli 2020 11:42
Melihat Data, Kasus Corona Di Indonesia Masih Akan Terus Naik
Kesehatan

Melihat Data, Kasus Corona D..

09 Juli 2020 11:34
Ilmuan Inggris Peringatkan Adanya Potensi Kerusakan Otak Pada Pasien Covid-19
Kesehatan

Ilmuan Inggris Peringatkan A..

09 Juli 2020 11:18
Kasus Covid-19 Jakarta Nambah 345 Orang, 50-an Baru Pulang Dari Luar Negeri
Kesehatan

Kasus Covid-19 Jakarta Namba..

08 Juli 2020 17:12