Kasus Corona Masih Tinggi, Pengamat: Harus Diakui Tingkat Disiplin Kita Belum Seperti Jepang

Pengamat kesehatan, Hasbullah Thabrany/Net

Jumlah kasus positif yang masih terus melonjak hingga akhir pekan kemarin menjadi sorotan pengamat kesehatan, Hasbullah Thabrany.

Menurutnya, pertambahan positif corona paling tinggi pada Kamis (9/7) yang mencapai 2.657 kasus seharusnya menjadi cambuk bagi masyarakat untuk sadar disiplin protokol kesehatan.

Apalagi, karakteristik masyarakat Indonesia belum bisa disiplin menerapkan aturan pencegahan infeksi corona, seperti beberapa negara tetangga.

"Kita harus akui masyarakat kita bukan masyarakat yang biasa disiplin seperti di Jepang, Korea, atau di China," ujar Hasbullah saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/7).

Hasbullah menilai, jumlah tes yang hingga kini reratanya sudah mencapai 20 ribu lebih akan percuma, jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Baik dalam hal menggunakan masker, menjaga jarak, hingga rajin mencuci tangan.

Salah satu contoh pembelajaran atas perilaku yang tidak displin bisa dipetik dari ditemukannya satu klaster baru di Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD Bandung, Jawa Barat. Di sana ditemukan 1.262 kasus positif akibat tidak cukup displin menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam kondisi latihan (di Secapa) gitu kan enggak selalu bisa dijaga betul masker bisa pas, bisa tepat (penggunaannya). Jarak betul-betul lebih dari dua meter, pada beberapa hal bisa jadi pebih dekat," ungkapnya.

Oleh karena itu, Hasbullah berharap keapada masayarakat untuk lebih disiplin menjaga kesehatan dirinya dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena selain agar tidak mudah terinfeksi virus, penerapan protokol juga bertujuan untuk mencegah penularan.

"Jadi akhirnya inilah yang harus masyarakat pahami, bahwa perilaku yang tidak bisa disiplin, yang tidak mau ikut aturan akhirnya akan menelan biaya lebih besar dalam bentuk orang lebih banyak yang sakit, lebih banyak yang mati. Itu juga biaya," bebernya.

"Jadi diperlukan kesadaran masyarakat untuk menghemat biaya-biaya negara. Jangan diboroskan dengan perilaku yang enggak disiplin. Jangan egois mau bawa caranya sendiri. Itu namanya egois," demikian Hasbullah Thabrany menambahkan. 

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Studi JAMA Cardiology Sebut 78 Persen Pasien Covid-19 Yang Telah Pulih Berpotensi Mengalami Kerusakan Jantung
Kesehatan

Studi JAMA Cardiology Sebut ..

10 Agustus 2020 16:36
Hati-hati, Cegukan Terus Menerus Bisa Jadi Gejala Covid-19
Kesehatan

Hati-hati, Cegukan Terus Men..

10 Agustus 2020 08:16
Tangsel Perpanjang PSBB Sampai 23 Agustus, Ini Alasannya
Kesehatan

Tangsel Perpanjang PSBB Samp..

10 Agustus 2020 05:36
Sosialisasi Protokol Kesehatan Gencar Dilakukan Di Paloh
Kesehatan

Sosialisasi Protokol Kesehat..

10 Agustus 2020 03:24
Bertambah 1.893 Orang, Positif Virus Corona Nasional Di Angka 125.396 Kasus
Kesehatan

Bertambah 1.893 Orang, Posit..

09 Agustus 2020 16:16
Para Ahli Kesehatan Dunia: Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Vaksin Covid-19
Kesehatan

Para Ahli Kesehatan Dunia: J..

09 Agustus 2020 10:46
Tambahan Kasus Positif Corona 8 Agustus Kembali Tembus 2 Ribu, Total Sekarang 123.503 Kasus
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Coron..

08 Agustus 2020 16:19
Doni Monardo Mandatkan GA Covid-19 Sebagai Relawan Pos Corona
Kesehatan

Doni Monardo Mandatkan GA Co..

08 Agustus 2020 02:20