Transmisi Covid-19 Jalan Terus, Tak Ada Alasan Kuat Terapkan New Normal

Diskusi publik daring bertema 'Mendamaikan Ekonomi dan Pandemi: New Normal Bukan Back To Normal' yang diselenggarakan Balitbang DPP Partai Demokrat/Repro

Indonesia sesungguhnya belum memenuhi persyaratan untuk memasuki dan menerapkan new normal atau adaptasi kehidupan baru.

Begitu kata Ketua Satgas Covid-19 RS Bhayangkara DIY, dr. Dian K Nurputra,  saat berbicara dalam diskusi publik daring bertema "Mendamaikan Ekonomi dan Pandemi: New Normal Bukan Back To Normal" yang diselenggarakan Balitbang DPP Partai Demokrat, Minggu malam (26/7).

"Sebenarnya berdasarkan (syarat) dari WHO, CDC (Centers for Disease Control and Prevention), ada beberapa syarat untuk kita masuk ke new normal. Sebenarnya itu semua kita (Indonesia) belum penuhi," kata dr. Dian.

Tak hanya itu, ia juga menilai penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara terus-terusan justru tidak akan menghentikan penyebaran virus. Sebab pada dasarnya, PSBB merupakan kebijakan untuk menahan laju transmisi virus agar tidak menyebar dengan cepat.

Mirisnya, dewasa ini laju transmisi penyebaran virus justru terus terjadi lantaran  pergerakan masyarakat yang semakin bebas. Apalagi sekarang PSBB sudah dilonggarkan, tidak seperti saat awal kasus Covid-19 ditemukan.

"Apakah laju transmisi akan terus? Ya akan terus, wong orangnya pindah terus kok, semua jalan-jalan, sementara kita tidak sadar membawa virus itu," jelas Dian.

Hal itu makin diperparah ketika komunikasi pemerintah keliru mengenai new normal. Menurutnya, saat ini banyak masyarakat salah dalam memahami arti new normal.

"Dengan berbagai macam pemberitaan dan cara komunikasi yang keliru, dan ketidakpahaman arti new normal sehingga dibaca normal, ya akhirnya jadi ambyar ya," terang Dian.

"Banyak pemahaman masyarakat yang saya tangkap dari survei saya, setelah PSBB kemarin (masyarakat menilai) virusnya berhenti, padahal tidak," sambung Dian.

Selain Kasatgas Covid-19 RS Bhayangkara DIY, turut hadir pula beberapa narasumber, di antaranya CEO RMOL Network dan Ketua Umum Jaringan Media Siner Indonesia (JMSI), Teguh Santosa; pengamat media Tomi Satryatomo, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, yang dimoderatori olah Deputi Balitbang Partai Demokrat, Yan Harahap.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

DKI Jakarta Dan Jawa Tengah Mengalami Pertambahan Kasus Positif Hingga Di Atas 1.000 Orang
Kesehatan

DKI Jakarta Dan Jawa Tengah ..

28 November 2020 17:22
Kasus Positif Naik 5.418 Orang, Yang Aktif Hanya 13,1 Persen
Kesehatan

Kasus Positif Naik 5.418 Ora..

28 November 2020 16:55
Kasus Positif Covid-19 Bertambah 5.828 Orang, Yang Aktif 68.604 Orang
Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Berta..

27 November 2020 16:20
Masyarakat Yang Kehilangan Kemampuan Mencium Bau Disarankan Melakukan Swab Test Covid-19
Kesehatan

Masyarakat Yang Kehilangan K..

27 November 2020 16:17
Satgas Covid-19 Tegaskan Penegakkan Protokol Kesehatan di TPS Pilkada
Kesehatan

Satgas Covid-19 Tegaskan Pen..

27 November 2020 12:19
Awas, Menghalangi Petugas Kesehatan Tangani Covid-19 Bisa Kena Sanksi
Kesehatan

Awas, Menghalangi Petugas Ke..

27 November 2020 02:13
Satgas Covid-19 Ingatkan Sekolah Tatap Muka Tak Jadi Klaster Baru Institusi Pendidikan
Kesehatan

Satgas Covid-19 Ingatkan Sek..

27 November 2020 01:19
Total Kasus Positif Covid-19 Sudah 516.753 Orang, Yang Aktif 66.752 Orang
Kesehatan

Total Kasus Positif Covid-19..

26 November 2020 17:00