Angka Kematian Dokter dan Nakes Mengkhawatirkan, IDI Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Lawan Covid-19

Ilustrasi dokter/Net

Angka kematian dokter dan juga tenaga kesehatan (Nakes) lainnya semakin mengkhawatirkan, karena masih terus bertambah hingga bulan Oktober ini.

Dalam catatan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), selama dua pekan Oktober sudah ada 9 dokter meninggal dunia, dengan total 136 dokter wafat akibat Covid.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 71 dokter umum (4 guru besar), dan 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 66 IDI cabang kota/kabupaten.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) menerangkan, selama berbulan-bulan setelah pandemi ini masuk Indonesia, angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan.

"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19. Ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," ujar Ari dalam siaran pers yang dibagikan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

Karena itu, Ari meminta angka kematian dokter dan tenaga kesehatan lainnya bisa ditekan dengan cara kerjasama yang baik oleh semua stake holder dan juga masyarakat.

"Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya. Harus ada kerjasama menyeluruh baik dari Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," ungkap Ari.

"Sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," sambungnya.

Lebih lanjut, Ari berharap kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjadi garda terdepan untuk melawan infeksi virus asal Wuhan, China tersebut. Dia menghimbau agar masyarakat menaati protokol kesehatan pencegahan penularan.

Yaitu, dengan menerapkan 3M; menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

"Tidak hanya masyarakat, namun Kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," demikian Ari Kusuma Januarto.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Satgas Covid-19 Matangkan Logistik Dan SDM Untuk Vaksinasi
Kesehatan

Satgas Covid-19 Matangkan Lo..

29 Oktober 2020 22:54
Jubir Satgas Covid-19: Penanganan Corona Indonesia Lebih Baik Dari Rata-rata Dunia
Kesehatan

Jubir Satgas Covid-19: Penan..

29 Oktober 2020 21:40
Positif Covid-19 Di Lampung Sudah 1.757 Kasus, 1.129 Di Antaranya Sembuh
Kesehatan

Positif Covid-19 Di Lampung ..

29 Oktober 2020 19:51
Bertambah 714 Orang, Jakarta Masih Jadi Penyumbang Corona Terbanyak
Kesehatan

Bertambah 714 Orang, Jakarta..

29 Oktober 2020 18:47
Kasus Aktif Corona Turun Menjadi 60.569 Orang, Kasus Sembuh Naik 3.985 Orang
Kesehatan

Kasus Aktif Corona Turun Men..

29 Oktober 2020 17:46
Kasus Positif Bertambah 3.565 Orang, Jakarta Dan Jawa Barat Penyumbang Tertinggi
Kesehatan

Kasus Positif Bertambah 3.56..

29 Oktober 2020 17:31
Sumpah Pemuda Di Wisma Atlet, Bebaskan Bangsa Dari Covid-19 Tanpa Lelah
Kesehatan

Sumpah Pemuda Di Wisma Atlet..

29 Oktober 2020 15:16
Satgas Covid-19: Disiplin 3M Dapat Menghindari Potensi Penularan Sampai 99 Persen
Kesehatan

Satgas Covid-19: Disiplin 3M..

29 Oktober 2020 13:47