Pertemuan Kecil Dalam Ruangan Bisa Jadi Pemicu Penularan Covid-19

Direktur Pusat Pengendalian Penyakit, Dokter Robert Redfield/Net

Pertemuan kelompok kecil dalam ruangan bisa menjadi pendorong lonjakan kasus Covid-19.

Direktur Pusat Pengendalian Penyakit, Dokter Robert Redfield mengungkapkan, saat cuaca mendingin di sebagian besar negara, orang-orang mengadakan pertemuan kecil, dan itu tanpa disadari mengarah pada peningkatan penyebaran virus.

Dalam percakapan teleponnya bersama Gubernur AS pada Selasa, Redfield mengatakan banyak orang yang mulai melakukan pertemuan kecil saat ini. 

"Apa yang kami lihat sebagai ancaman yang meningkat saat ini sebenarnya adalah penularan infeksi melalui pertemuan kecil di rumah atau di suatu ruangan. Sebentar lagi Thanksgiving akan datang, kami pikir itu sangat penting untuk menekankan kewaspadaan terhadap langkah-langkah mitigasi lanjutan ini dalam penerapannya di rumah atau di ruang tertutup," kata Redfield, seperti dikutip dari People, Kamis (15/10).

Ia mengatakan telah banyak kesadaran datang dari masyarakat untuk menjaga kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih tinggi. Namun ternyata kasus masih terus berkembang.

"Apa yang kami lihat sebagai ancaman yang meningkat saat ini sebenarnya adalah penularan infeksi yang berasal dari pertemuan kecil, seperti acara keluarga," kata Redfield.

Dia mendesak para gubernur untuk mengeluarkan peringatan kepada warganya tentang perlunya berhati-hati menjelang musim liburan.

"Khususnya dengan Thanksgiving yang akan datang, kami pikir sangat penting untuk menekankan kewaspadaan langkah-langkah mitigasi lanjutan ini dalam pengaturan rumah tangga," kata Redfield.

Pakar kesehatan masyarakat merekomendasikan agar keluarga menghindari berkumpul selama liburan tahun ini di ruang tertutup, atau membiarkan mereka melakukan pertemuan di ruang terbuka dan menjauh jika memungkinkan.

Setelah penurunan pada bulan September, kasus Covid-19 di AS kembali melonjak. Ada 54.512 infeksi baru pada 13 Oktober, seperti yang dilaporkan The New York Times.

"Kami sedang dalam krisis sekarang dan perlu segera mengubah perilaku kami untuk menyelamatkan nyawa," kata Gubernur Wisconsin, Tony Evers, saat  mengumumkan pembatasan baru pada pertemuan publik  minggu ini, menurut  WDIO .

"Virus ini dapat menyerang siapa saja, apakah Anda Presiden Amerika Serikat, pekerja, pelajar, pekerja industri jasa, pemilik usaha kecil, pensiunan, atau pejabat terpilih," tambah Evers. "Kami membutuhkan semua orang bersama-sama untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan tetangga dan komunitas kami."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Satgas Covid-19 Matangkan Logistik Dan SDM Untuk Vaksinasi
Kesehatan

Satgas Covid-19 Matangkan Lo..

29 Oktober 2020 22:54
Jubir Satgas Covid-19: Penanganan Corona Indonesia Lebih Baik Dari Rata-rata Dunia
Kesehatan

Jubir Satgas Covid-19: Penan..

29 Oktober 2020 21:40
Positif Covid-19 Di Lampung Sudah 1.757 Kasus, 1.129 Di Antaranya Sembuh
Kesehatan

Positif Covid-19 Di Lampung ..

29 Oktober 2020 19:51
Bertambah 714 Orang, Jakarta Masih Jadi Penyumbang Corona Terbanyak
Kesehatan

Bertambah 714 Orang, Jakarta..

29 Oktober 2020 18:47
Kasus Aktif Corona Turun Menjadi 60.569 Orang, Kasus Sembuh Naik 3.985 Orang
Kesehatan

Kasus Aktif Corona Turun Men..

29 Oktober 2020 17:46
Kasus Positif Bertambah 3.565 Orang, Jakarta Dan Jawa Barat Penyumbang Tertinggi
Kesehatan

Kasus Positif Bertambah 3.56..

29 Oktober 2020 17:31
Sumpah Pemuda Di Wisma Atlet, Bebaskan Bangsa Dari Covid-19 Tanpa Lelah
Kesehatan

Sumpah Pemuda Di Wisma Atlet..

29 Oktober 2020 15:16
Satgas Covid-19: Disiplin 3M Dapat Menghindari Potensi Penularan Sampai 99 Persen
Kesehatan

Satgas Covid-19: Disiplin 3M..

29 Oktober 2020 13:47