Swab Test Gelombang Pertama Klaster Industri Bekasi Jangkau 2 Ribu Buruh

Swab test massal klaster industri Bekasi/RMOLJabar

Ribuan buruh industri yang berada di Kawasan Industri MM 2100, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi mulai melakukan swab test. Setidaknya, ada 2 ribu karyawan sudah menjalani pemeriksaan dari total keseluruhan 12 ribu karyawan.

“Untuk minggu ini (tes dilakukan) hari ini saja. Nanti mulai lagi minggu depan dengan target 12 ribu buruh yang akan dites swab,” kata Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (3/12).

Tes massal ini merupakan kerja sama Gugus Tugas Covid-19 Pusat dengan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi. Tes massal terhadap karyawan ini dilakukan lantaran tingginya tingkat paparan Covid-19 di klaster industri.

Dalam gelombang pertama ini tes dibagi dua sift, yakni pagi dan siang dengan masing-masing berjumlah 1 buruh.Ribuan buruh yang menjalani tes usap ini berasal dari sedikitnya 70 perusahaan di Kawasan MM2100.

“Jadi ada 70 perusahaan yang mengajukan tes, kemudian dibagi-bagi. Setiap perusahaan ada 100-150 karyawan yang dites. Sistemnya random namun nantinya diharapkan dapat mengetahui lebih lanjut dari klaster industri ini,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh.

Kawasan MM2100 menjadi lokasi pertama tes usap lantaran masuk zona merah. Tingginya jumlah perusahaan berpotensi berbanding lurus dengan jumlah kasus Covid-19.

“Kawasan ini juga jadi pilihan pertama karena banyak perusahaan di sini yang punya mesin PCR sehingga memudahkan. Namun di tes yang lainnya juga akan dilaksanakan di kawasan-kawasan lain,” ucap Masrikoh.

Pengambilan sampel hasil tes usap ini akan diperiksa di laboratorium milik Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta. Ditargetkan, hasil tes bisa diketahui dalam waktu empat hari.

Tes usap massal ini pun diprediksi akan mendongkrak jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Meski demikian, peningkatan kasus ini dapat menjadi landasan gugus tugas untuk menangani klaster industri.

“Jadi jangan kaget jika nantinya jumlah kasus bakal naik. Tapi potensi kenaikan kasus ini sudah diantisipasi dengan jumlah lokasi karantina dan tracing menyeluruh. Hasil dari sini juga akan menjadi pemetaan untuk penanganan klaster industri ini,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

DPR Berharap BUMN Dukung Vaksin Buatan Dalam Negeri
Kesehatan

DPR Berharap BUMN Dukung Vak..

28 Februari 2021 22:53
Sebanyak 10.365 Orang Di Jakarta Masih Berjuang Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan

Sebanyak 10.365 Orang Di Jak..

28 Februari 2021 21:43
Hari Ini, Tambahan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dari Positif Covid-19
Kesehatan

Hari Ini, Tambahan Pasien Se..

28 Februari 2021 18:17
Kembali Ke Kelas Tatap Muka, Inggris Siapkan Dua Kali Tes Covid-19 Untuk Siswa Setiap Pekan
Kesehatan

Kembali Ke Kelas Tatap Muka,..

28 Februari 2021 10:11
Tambahan Pasien Positif Baru Turun Menjadi 6.208, Kasus Sembuh Menanjak
Kesehatan

Tambahan Pasien Positif Baru..

27 Februari 2021 16:21
Pasien Covid-19 Di RSD Wisma Atlet Naik Lagi, Total Yang Dirawat Kini 4.631 Orang
Kesehatan

Pasien Covid-19 Di RSD Wisma..

27 Februari 2021 11:29
9.477 Orang Di Jakarta Masih Jalani Perawatan Covid-19
Kesehatan

9.477 Orang Di Jakarta Masih..

26 Februari 2021 21:58
Vaksinasi DPR Targetkan 15.989 Orang, Termasuk Untuk Sekuriti Dan Petugas Kebersihan
Kesehatan

Vaksinasi DPR Targetkan 15.9..

26 Februari 2021 20:33