Indonesia Darurat Covid-19, Satgas: Ditandai Dengan Ketersedian Tempat Tidur ICU Semakin Menipis

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/Net

Jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 mengalami tingkat keterisian yang cukup tinggi berdasarkan data per 2 Januari 2021.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, tren keterisian yang cukup tinggi di awal tahun ini tidak bisa terlepas dari jumlah pasien Covid-19 yang masih bertambah.

Pasalnya, pada Selasa kemarin terdapat 7.445 orang yang menjadi pasien baru Covid-19. Sementara, jumlah pasien yang masih di rawat (kasus aktif) ada sebanyak 110.693 atau 14,2 persen dari total kasus positif yang sudah mencapai 779.548 orang.

"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Di beberapa daerah keterisian tempat tidur per 2 Januari, sudah melebihi 70 persen," ujar Wiku dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/1).

Lebih rinci, Wiku menyebutkan sejumlah daerah yang persentase tempat tidurnya mulai meninggi.

Di antaranya di provinsi DKI Jakarta 84,74 Persen, Banten 84,52 persen, DI Yogyakarta 83,36 persen, Jawa Barat 79,77 persen, Sulawesi Barat 79,31 persen, Jawa Timur 78,41 persen, Jawa Tengah 76,27 persen, Sulawesi Selatan 72,40 persen dan Sulawesi Tengah 70,59 persen.

"’Hal ini jadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis,’’ ungkap Wiku.

Sebagai pengingat, Wiku menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sebab menurutnya, hingga saat ini sudah tercatat 237 dokter meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

"Tren dokter yang meninggal tersebut cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020. Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru," kata Wiku.

"Satu-satunya cara adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," tandasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Survei Vaksinasi Covid-19: 70,7 Persen Setuju Dan 14,8 Persen Menolak
Kesehatan

Survei Vaksinasi Covid-19: 7..

01 Maret 2021 08:59
DPR Berharap BUMN Dukung Vaksin Buatan Dalam Negeri
Kesehatan

DPR Berharap BUMN Dukung Vak..

28 Februari 2021 22:53
Sebanyak 10.365 Orang Di Jakarta Masih Berjuang Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan

Sebanyak 10.365 Orang Di Jak..

28 Februari 2021 21:43
Hari Ini, Tambahan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dari Positif Covid-19
Kesehatan

Hari Ini, Tambahan Pasien Se..

28 Februari 2021 18:17
Kembali Ke Kelas Tatap Muka, Inggris Siapkan Dua Kali Tes Covid-19 Untuk Siswa Setiap Pekan
Kesehatan

Kembali Ke Kelas Tatap Muka,..

28 Februari 2021 10:11
Tambahan Pasien Positif Baru Turun Menjadi 6.208, Kasus Sembuh Menanjak
Kesehatan

Tambahan Pasien Positif Baru..

27 Februari 2021 16:21
Pasien Covid-19 Di RSD Wisma Atlet Naik Lagi, Total Yang Dirawat Kini 4.631 Orang
Kesehatan

Pasien Covid-19 Di RSD Wisma..

27 Februari 2021 11:29
9.477 Orang Di Jakarta Masih Jalani Perawatan Covid-19
Kesehatan

9.477 Orang Di Jakarta Masih..

26 Februari 2021 21:58