Mobile Lab Bandara Soetta Diklaim Mampu Deteksi Corona Varian Baru

Mobile Lab Bio Safety Level diklaim bisa deteksi Covid-29/RMOLBanten

Fasilitas Mobile Lab Bio Safety Level (BSL) 2 varian 3 yang telah disediakan di Bandara Soekarno Hatta diklaim mampu mendeteksi Covid-19 varian baru, yakni Covid-19 B117.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menjelaskan, alat yang ditempatkan di SMMILE Center Terminal 3 Bandara Soetta itu dilengkapi sejumlah fasilitas canggih, salah satunya HEPA Filter.

"Mobile lab varian ketiga ini baru dioperasikan di sini (Bandara Soekarno-Hatta)," kata Hammam di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (6/1).

Hammam menuturkan, fasilitas tersebut didesain untuk melakukan tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Mobile lab tersebut juga dapat mendeteksi berbagai varian virus Covid-19, termasuk Covid-19 B117.

"Itu kalau mutasi varian baru sangat relatif, kita bukan mengatakan khusus untuk satu varian, itu untuk SARS-Cov-19 atau SARS-CoV-2 ini harus bisa kita deteksi seseorang itu positif atau negatif, mau itu varian lama atau varian baru kita memiliki kemampuan itu," jelasnya diberitakan Kantor Berita RMOLBanten.

Hammam mengungkapkan, metode tes PCR yang ada di mobile lab BSL2 tersebut dapat mengidentifikasi protein semua varian virus Covid-19. Tak hanya itu, mobile lab BSL2 tersebut dapat mengetes hampir seribu spesimen dalam waktu 24 jam. Dimana, hasil bisa didapatkan hanya dalam waktu 8 jam.

"Dalam satu hari satu malam atau 24 jam bisa dilaksanakan 10 batch (1 batch sebanyak 94 spesimen)," tutur Hammam.

Sehingga, kata Hammam untuk calon penumpang yang membutuhkan tes PCR dengan cepat dapat terbantu. "Ini saya kira penting bagi para penumpang yang harus berangkat dengan bukti fisik yang negatif," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan fasilitas tersebut secara permanen di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta lantaran masih tingginya permintaan rapid test.

"Kita sedang pertimbangkan apakah menggunakan yang jenis kontainer, trailer, ataukah bus. Tapi kalau kita lihat di sini bisa fix stationery, maka lebih baik pakai kontainer," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

DPR Berharap BUMN Dukung Vaksin Buatan Dalam Negeri
Kesehatan

DPR Berharap BUMN Dukung Vak..

28 Februari 2021 22:53
Sebanyak 10.365 Orang Di Jakarta Masih Berjuang Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan

Sebanyak 10.365 Orang Di Jak..

28 Februari 2021 21:43
Hari Ini, Tambahan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dari Positif Covid-19
Kesehatan

Hari Ini, Tambahan Pasien Se..

28 Februari 2021 18:17
Kembali Ke Kelas Tatap Muka, Inggris Siapkan Dua Kali Tes Covid-19 Untuk Siswa Setiap Pekan
Kesehatan

Kembali Ke Kelas Tatap Muka,..

28 Februari 2021 10:11
Tambahan Pasien Positif Baru Turun Menjadi 6.208, Kasus Sembuh Menanjak
Kesehatan

Tambahan Pasien Positif Baru..

27 Februari 2021 16:21
Pasien Covid-19 Di RSD Wisma Atlet Naik Lagi, Total Yang Dirawat Kini 4.631 Orang
Kesehatan

Pasien Covid-19 Di RSD Wisma..

27 Februari 2021 11:29
9.477 Orang Di Jakarta Masih Jalani Perawatan Covid-19
Kesehatan

9.477 Orang Di Jakarta Masih..

26 Februari 2021 21:58
Vaksinasi DPR Targetkan 15.989 Orang, Termasuk Untuk Sekuriti Dan Petugas Kebersihan
Kesehatan

Vaksinasi DPR Targetkan 15.9..

26 Februari 2021 20:33