Vaksinasi Sudah Dimulai, Ini Yang Perlu Diketahui Dari CoronaVac

CoronaVac, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac/Net

Indonesia sudah memulai program vaksinasi Covid-19. Dimulai pada Rabu (13/1), suntikan vaksin pertama diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

Seiring dimulainya program vaksinasi, beberapa pihak masih meragukan keamanan dan efektivitas dari vaksin.

Dikutip dari BBC, vaksin sudah mengalami proses pengujian panjang sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan.

Saat ini, Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri baru memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac.

Vaksin Covid-19 Sinovac yang bernama CoronaVac sudah melewati uji coba keamanan di lab, kemudian sel dan hewan, sebelum akhirnya uji klinis pada manusia. Vaksin baru bisa diuji klinis pada manusia jika tidak ada masalah keamanan pada uji coba sebelumnya.

Sejak pertengahan 2020, CoronaVac menjalani uji klinis Fase 3 di Brasil, Chili, Turki, dan Indonesia. Laporan uji klinis tahap 3 di Brasil menunjukkan vaksin 78 persen efektif, Turki 91,25 persen, dan Indonesia 65,3 persen.

Terbaru, Brasil mengeluarkan laporan bahwa efikasi vaksin Sinovac pada tahap akhir adalah 50,4 persen, turun dari sebelumnya, tetapi masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 50 persen.

Teknologi inaktivasi virus

CoronaVac menggunakan teknologi tradisional yang serupa dengan BBIBP-CoV dan BBV152, di mana vaksin menggunakan virus yang sudah tidak aktif.

Teknologi tersebut berbeda dengan mRNA yang digunakan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. Mereka menggunakan potongan kode genetik virus untuk merangsang respons imun.

Efek samping

Sejauh ini para ahli mengatakan efek samping vaksin Sinovac tidak membahayakan nyawa atau menimbulkan penyakit.

Beberapa orang memang mengalami gejala ringan setelah vaksinasi, seperti nyeri otot atau demam ringan. Tapi itu adalah respons tubuh terhadap vaksin.

Vaksinasi pasien sembuh Covid-19

Orang yang telah sembuh dari Covid-19 tetap akan ditawari vaksin. Itu karena kekebalan tubuh alami kemungkinan tidak bertahan lama sehingga diperlukan perlindungan lebih.

Meski begitu, apabila pasien Covid-19 masih mengalami gejala berat, maka sebaiknya menunggu waktu hingga pulih.

Halal

Sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin Sinovac telah dinyatakan halal dan suci. Vaksin tidak menggunakan intifa babi atau turunannya, maupun bagian tubuh manusia.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Dan 69 Tokoh Di Jabar Sudah Divaksin
Kesehatan

Ridwan Kamil: 4.070 Nakes Da..

18 Januari 2021 21:42
70 Nakes Di Semarang Absen Saat Akan Divaksin Sinovac
Kesehatan

70 Nakes Di Semarang Absen S..

18 Januari 2021 21:12
Nekat Mandikan Jenazah Covid-19, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kesehatan

Nekat Mandikan Jenazah Covid..

18 Januari 2021 19:21
Kasus Positif Melonjak Terus, Satgas Covid-19: 85-87 Kabupaten/Kota Belum Maksimal Terapkan Prokes
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Terus..

18 Januari 2021 19:11
Kasus Positif Melonjak Drastis Selama Dua Minggu, Kapasitas RSD Wisma Atlet Tersisa 20 Persen
Kesehatan

Kasus Positif Melonjak Drast..

18 Januari 2021 19:05
6 Pekan Beruntun, Karawang Dan Depok Selalu Masuk Zona Merah Covid-19
Kesehatan

6 Pekan Beruntun, Karawang D..

18 Januari 2021 17:09
Tambahan Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Lebih Rendah Dari Kasus Sembuh, Ini Datanya
Kesehatan

Tambahan Kasus Positif Covid..

18 Januari 2021 16:25
Brasil Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Kesehatan

Brasil Setujui Penggunaan Da..

18 Januari 2021 10:26