CDC: Dengan Prokes Ketat, Penularan Di Sekolah Jauh Lebih Rendah Daripada Komunitas Luas

Pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan/Net

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menemukan sedikit bukti bahwa sekolah menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Sejak muncul pada akhir 2019, virus corona membuat otoritas mengalihkan kelas tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh melalui daring. Tetapi tidak sedikit juga persoalan yang timbul akibat belajar daring, bukan hanya di negara-negara miskin dan berkembang, tetapi juga negara maju seperti AS.

Alhasil, beberapa negara tidak mempunyai pilihan untuk membuka kembali sekolah tatap muka secara bertahap.

Namun dalam penelitian CDC yang diunggah di Journal of American Medical Association (JAMA) Network pada Selasa (26/1) ditemukan tidak banyak bukti yang menunjukkan penularan di sekolah. Sebaliknya, penularan Covid-19 lebih banyak terjadi ketika musim liburan.

"Karena banyak sekolah telah dibuka kembali untuk pembelajaran tatap muka di beberapa bagian AS serta internasional, kasus Covid-19 terkait sekolah telah dilaporkan, tetapi hanya ada sedikit bukti bahwa sekolah telah memberikan kontribusi yang berarti terhadap peningkatan penularan komunitas," begitu isi laporan yang dikutip Reuters itu.

Penelitian sendiri dilakukan di 17 sekolah dasar hingga menengah di Wisconsin dari 31 Agustus hingga 29 November tahun lalu, di mana siswanya mengenakan masker dan 92 persen menerapkan jarak sosial. Protokol kesehatan juga diberlakukan ketika makan siang.

Hasilnya, penularan di sekolah 37 persen lebih rendah daripada di komunitas yang lebih luas, yaitu 191 kasus yang diidentifikasi dari 5.530 siswa dan guru serta staf sekolah. Semua kasus yang dilaporkan dialami oleh siswa, tidak ada infeksi yang dialami di antara guru atau staf.

"Dengan tindakan pencegahan yang tepat seperti menjauhkan diri dan mengenakan masker, tampaknya anggota staf sekolah tidak mungkin tertular Covid-19 di kelas," ujar seorang peneliti dari Rumah Sakit dan Klinik Aspirus, Amy Falk.

Para ilmuwan CDC menggarisbawahi, menutup sekolah dapat mempengaruhi kemajuan akademis, kesehatan mental, dan akses ke layanan penting.

Untuk itu, tindakan mitigasi seperti menggunakan masker, jarak sosial, dan ventilasi udara yang memadai menjadi kunci untuk menghindari infeksi.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Benarkah Melahirkan Secara Caesar Lebih Aman Untuk Ibu Hamil Yang Terinfeksi Covid-19?
Kesehatan

Benarkah Melahirkan Secara C..

05 Maret 2021 21:56
Kasus Aktif Naik Lagi Hari Ini, Tambahan Pasien Baru Covid-19 6.971 Dan Pasien Sembuh 6.331
Kesehatan

Kasus Aktif Naik Lagi Hari I..

05 Maret 2021 17:47
Tambahan Pasien Covid-19 Di Atas Jumlah Pasien Sembuh Hari Ini, Kasus Aktif Naik
Kesehatan

Tambahan Pasien Covid-19 Di ..

04 Maret 2021 17:16
Varian Baru Covid Masuk Jabar, Dekan FK Unpad: Jangan Panik!
Kesehatan

Varian Baru Covid Masuk Jaba..

04 Maret 2021 12:26
Varian Baru Corona Terdeteksi Di Indonesia, Epidemiolog: Masyarakat Jangan Buru-buru Panik
Kesehatan

Varian Baru Corona Terdeteks..

04 Maret 2021 10:29
Kemenkes: Corona B117 Menular Lebih Cepat Menular, Tapi Tidak Menyebabkan Bertambah Parahnya Penyakit
Kesehatan

Kemenkes: Corona B117 Menula..

04 Maret 2021 09:44
Ketum Kadin Sebut 5 Jenis Vaksin Diproyeksi Masuk Tahun Ini
Kesehatan

Ketum Kadin Sebut 5 Jenis Va..

03 Maret 2021 22:33
Prof Zubairi Djoerban: Positif Corona Turun Bukan Berarti Pandemi Berakhir, Ada Strain B.1.1.7
Kesehatan

Prof Zubairi Djoerban: Posit..

03 Maret 2021 20:44