Varian Baru Corona Terdeteksi Di Indonesia, Epidemiolog: Masyarakat Jangan Buru-buru Panik

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko Wahyono/Net

Keberadaan varian virus corona B117 yang terdeteksi sudah mulai masuk ke Indonesia harus jadi perhatian serius pemerintah. Sehingga penyebarannya bisa diantisipasi sejak dini.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko Wahyono, menilai masyarakat juga harus mengetahui di mana saja kasus mutasi virus itu ditemukan.

Sehingga masyarakat bisa lebih mewaspadai penyebaran virus baru dan melakukan antisipasi dampak negatif dari virus tersebut.

"Kan cuma dua kasus. Pemerintah harus memberitahu supaya hati-hati," kata Tri Yunis lewat keterangannya, Kamis (4/3).

Menurutnya, pemerintah harus segera mengisolasi warga yang terkena mutasi virus itu, kemudian melakukan tracing terhadap kontak erat dalam kasus tersebut. Semua orang yang sempat berhubungan dengan dua pasien tersebut harus diperiksa.

Ditambahkan Tri Yunis, pemeriksaan genetik juga penting. Kalau sudah dianggap menyebar, segera lakukan pembatasan sosial terhadap masyarakat di sekitar itu.

Namun demikian, Tri Yunis meminta masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan.

"Masyarakat jangan terburu-buru panik. Tunggu hasil investigasi kasus oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr Riris Andono Ahmad, juga mengatakan masyarakat harus merespons mutasi virus corona dengan pengetatan protokol kesehatan.

"Tetap melakukan 5M dengan konsisten,” imbuh Riris.

Pada Selasa kemarin (2/3) Kemenkes mengumumkan dua kasus varian baru corona B117 di Indonesia. Virus corona asal Inggris tersebut diketahui setelah dua pekerja migran Indonesia pulang dari Arab Saudi Arabia akhir Januari lalu.

Kasus pertama, M, warga Kecamatan Lemah Abang, mendarat di Bandara Soetta pada 28 Januari 2021. Sementara kasus kedua, A, asal Kecamatan Pedes, mendarat pada 31 Januari 2021.

Keduanya diketahui positif Covid-19 ketika menjalani tes swab PCR di Bandara Soekarno Hatta. Mereka pun menjalani isolasi di Jakarta dan kini telah dinyatakan negatif.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 Naik, Tambahan Sembuh Hanya 5.993 Orang
Kesehatan

Kasus Aktif Covid-19 Naik, T..

22 April 2021 17:41
Keluarkan Addendum SE 13/2021, Satgas Covid Perketat Syarat Perjalanan H-14 Dan H+7 Masa Peniadaan Mudik
Kesehatan

Keluarkan Addendum SE 13/202..

22 April 2021 09:42
Uji Klinis Vaksin Nusantara Dihentikan Nota Kesepahaman Tiga Lembaga, Begini Penjelasan TNI AD
Kesehatan

Uji Klinis Vaksin Nusantara ..

21 April 2021 19:26
Bersama Kapolri, Panglima TNI Tinjau Vaksinasi Pelaku Pariwisata Di Bali
Kesehatan

Bersama Kapolri, Panglima TN..

21 April 2021 18:53
Kasus Meninggal Covid-19 Naik Hingga 230 Orang Hari Ini, Yang Sembuh Tembus 91 Persen
Kesehatan

Kasus Meninggal Covid-19 Nai..

21 April 2021 17:35
Agar Indonesia Tak Jadi India Kedua, Kemenkes Siapkan Langkah-langkah Antisipasi
Kesehatan

Agar Indonesia Tak Jadi Indi..

21 April 2021 12:44
Kemenkes Rusia Umumkan Efikasi Vaksin Sputnik V 97,6 Persen
Kesehatan

Kemenkes Rusia Umumkan Efika..

21 April 2021 03:40
Kasus Covid-19 Aktif Jakarta Turun 452, Yang Sembuh Nambah 901 Orang
Kesehatan

Kasus Covid-19 Aktif Jakarta..

20 April 2021 23:14