Tak Sekadar Vaksin Covid-19, Ini Yang Perlu Dipenuhi Lansia Untuk Tingkatkan Imunitas

Ilustrasi vaksinasi/Net

Vaksiasi bagi masyarakat lanjut usia (lansia) penting disegerakan karena tingkat risiko kematian akibat Covid-19 cukup tinggi pada kelompok masyarakat ini.

"Tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang tersedia untuk warga lansia. Kecuali yang saat ini sedang sakit atau pernah menderita Covid-19 sebelumnya atau memang tidak bisa menerima vaksin oleh karena kondisi medis," kata Ketua Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI, Iris Rengganis dalam sebuah webinar yang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (7/3).

Menurutnya, vaksinasi bagi lansia merupakan tindak lanjut dari keluarnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin. Vaksin yang disediakan pemerintah telah melewati serangkaian uji klinis yang ketat dan menunjukkan vaksin tersebut aman untuk kelompok lansia.

"Mengutip informasi BPOM, tidak ada efek samping serius maupun kematian yang dilaporkan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), Siti Setiati memaparkan, hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi lansia yakni terjadi immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal.

"Immunosenescence biasanya sudah terjadi inflamasi kronis level rendah akibat dari kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen terus menerus, peningkatan produksi sitokin proinflamasi dari senescent T cells dan makrofag," tambahnya.

Kendati begitu, komorbid juga meningkatkan terjadinya inflamasi kronis. Hal itu mengakibatkan peningkatan risiko infeksi, kanker, penyakit autoimun, penurunan respon terhadap imunisasi, dan penurunan respon terhadap pengobatan infeksi.

"Terdapat kondisi khusus yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia yakni intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, dan faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan. Kebiasaan merokok, lingkungan, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin," ujarnya.

Dalam webinar yang sama, Head of Medical KALBE Nutritionals, Muliaman Mansyur mengatakan, selain skrining riwayat penyakit dan kesiapan psikis, tentunya kondisi fisik juga diperlukan dalam persiapan sebelum, selama, dan sesudah vaksin. Sebaiknya lansia mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dengan kandungan tinggi protein, vitamin, dan mineral, khususnya Vitamin C, D dan Zinc.

"Jika lansia kurang asupan nutrisi protein, risiko malnutrisi dan sarcopenia atau berkurang massa dan kekuatan otot akan mudah terjadi. Selain itu, imunitas yang pasca vaksinasi jadi kurang optimal," kata Muliaman.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Kasus Aktif Covid-19 Naik, Tambahan Sembuh Hanya 5.993 Orang
Kesehatan

Kasus Aktif Covid-19 Naik, T..

22 April 2021 17:41
Keluarkan Addendum SE 13/2021, Satgas Covid Perketat Syarat Perjalanan H-14 Dan H+7 Masa Peniadaan Mudik
Kesehatan

Keluarkan Addendum SE 13/202..

22 April 2021 09:42
Uji Klinis Vaksin Nusantara Dihentikan Nota Kesepahaman Tiga Lembaga, Begini Penjelasan TNI AD
Kesehatan

Uji Klinis Vaksin Nusantara ..

21 April 2021 19:26
Bersama Kapolri, Panglima TNI Tinjau Vaksinasi Pelaku Pariwisata Di Bali
Kesehatan

Bersama Kapolri, Panglima TN..

21 April 2021 18:53
Kasus Meninggal Covid-19 Naik Hingga 230 Orang Hari Ini, Yang Sembuh Tembus 91 Persen
Kesehatan

Kasus Meninggal Covid-19 Nai..

21 April 2021 17:35
Agar Indonesia Tak Jadi India Kedua, Kemenkes Siapkan Langkah-langkah Antisipasi
Kesehatan

Agar Indonesia Tak Jadi Indi..

21 April 2021 12:44
Kemenkes Rusia Umumkan Efikasi Vaksin Sputnik V 97,6 Persen
Kesehatan

Kemenkes Rusia Umumkan Efika..

21 April 2021 03:40
Kasus Covid-19 Aktif Jakarta Turun 452, Yang Sembuh Nambah 901 Orang
Kesehatan

Kasus Covid-19 Aktif Jakarta..

20 April 2021 23:14