Butuh Bertahun-tahun Bagi Virus Corona Untuk Mencapai Batas Evolusi

Ilustrasi/Net

Para ilmuwan masih belum mengetahui sejauh mana kapasitas virus corona SARS-CoV-2 untuk beradaptasi dan berevolusi. Sehingga mutasi virus ini tidak boleh diremehkan.

Bagaikan "perlombaan senjata", umat manusia dan SARS-CoV-2 terus berupaya memperkuat diri satu sama lain.

Seorang ahli virus di University College London, Prof Deenan Pillay mengatakan saat ini SARS-CoV-2 masih dalam tahap awal masa hidupnya sebagai patogen manusia.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi virus untuk untuk melewati penghalang spesies dan benar-benar mengotimalkan diri agar dapat berkembang biak dengan baik di dalam tubuh manusia.

“Saya pikir akan menjadi orang yang berani untuk mengatakan bahwa virus mendekati akhir dari jalur evolusinya dan tidak dapat melangkah lebih jauh,” ujar Pillay, seperti dikutip The Independent.

Secara khusus, para ilmuwan khawatir dengan kemampuan SARS-CoV-2 dapat mengubah protein lonjakannya melalui mutasi.

Menurut Pillay, protein lonjakan merupakan "kunci" untuk memasuki sel reseptor manusia. Kunci itulah yang digunakan oleh sebagian besar vaksin Covid-19 di dunia untuk melatih sistem kekebalan tubuh.

Peringatan Pillay muncul ketika dunia dibuat khawatir dengan varian virus corona E484Q yang pertama kali ditemukan di India.

Itu lantaran varian tersebut membawa dua mutasi yang dapat mengurangi keampuhan sejumlah vaksin Covid-19 yang sudah tersedia.

Terlebih diperkirakan, varian itu akan menjadi dominan di dunia dan menciptakan gelombang baru Covid-19 di sejumlah tempat.

Meskipun hal itu belum terjadi, sejauh ini sifat dan kecepatan mutasi virus, termasuk dalam bentuk varian E484K yang ditemukan di Afrika Selatan dan Inggris, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas ilmiah.

Varian-varian itu diketahui dapat mengubah protein mereka sehingga membuat mereka kurang terlihat oleh sistem kebebalan tubuh seseorang yang telah divaksinasi.

Profesor evolusi dan genomik di Universitas Oxford, Aris Katzourakis mengatakan, selain mengubah protein lonjakan, mutasi seperti E484K dapat membuka seluruh muatan mutasi lain yang belum diidentifikasi oleh para ilmuwan.

Akibatnya, sulit untuk menilai tingkat keparahan virus.

“E484K membutuhkan waktu sekitar 12 bulan sebelum menjadi sesuatu yang kami pedulikan. Agaknya, 12 bulan dari sekarang, akan ada satu atau dua lagi yang sama pentingnya," ujarnya.

Ahli virus lainnya dari Universitas Leeds, Prof Stephen Griffin mengaku percaya SARS-CoV-2 akan memiliki batasan untuk berevolusi pada protein lonjakannya.

“Tapi saya tidak yakin kita dapat secara akurat menentukan berapa batas itu pada saat ini," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Penyuntikkan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca Dihentikan Kemenkes
Kesehatan

Penyuntikkan 448.480 Dosis V..

17 Mei 2021 02:36
Kimia Farma: Kami Tidak  Memberikan Toleransi Terhadap Tindakan Yang Tidak Sesuai 'Akhlak'!
Kesehatan

Kimia Farma: Kami Tidak Mem..

16 Mei 2021 23:21
Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot Jaksel Gelar Tes Swab Untuk Pemudik Dari Kampung
Kesehatan

Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot..

16 Mei 2021 20:35
Tingkat Kesembuhan Lebih Tinggi Dari Positif Covid-19, Kasus Aktif Tinggal 90.800 Orang
Kesehatan

Tingkat Kesembuhan Lebih Tin..

16 Mei 2021 16:35
Kepala Puskesmas Bobotsari Purbalingga Meninggal Akibat Covid-19
Kesehatan

Kepala Puskesmas Bobotsari P..

16 Mei 2021 15:49
Kasus Positif Covid-19 Di DKI Bertambah 227, Kasus Aktif Berkurang 364
Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Di DK..

15 Mei 2021 23:41
Jelang Pembukaan Sekolah, Anthony Fauci: Siswa Yang Belum Divaksin Harus Tetap Gunakan Masker Di Dalam Kelas
Kesehatan

Jelang Pembukaan Sekolah, An..

15 Mei 2021 08:58
Ancaman Mutasi Virus Dan Tsunami Covid Di Dunia, Epidemiolog Beri Saran Pemerintah Tutup Perbatasan Hingga Tiga Bulan Ke Depan
Kesehatan

Ancaman Mutasi Virus Dan Tsu..

15 Mei 2021 03:56