Klaster Perkantoran Meningkat, IDI Rekomendasi Panduan Tata Ruang Dan Aktivitas Untuk Adaptasi Kehidupan Baru

Ilustrasi ruang terbuka hijau/Net

Penyebaran virus Covid-19 belakangan hari ini marak terjadi dan dialami oleh masyarakat yang bekerja di perkantoran. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merekomendasikan kebijakan untuk bisa diberlakukan pemerintah.

Ketua Tim Mitigasi PPB IDI, dr. Adib Khumaidi mengatakan, salah satu solusi yang harus dilakukan untuk masyarakat aman dari penularan Covid-19 adalah dengan cara membentuk kesiapan ruang aktivitas yang bisa beradaptasi dalam kondisi baru sekarang ini.

"Dengan mengupayakan adaptasi kehidupan baru, bukan hanya dalam protokol namun juga kesiapan ruang yang memungkinkan untuk orang beraktifitas," ujar Adib dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/4).

Senada, Ketua Tim Pedoman dan Protokol Tim Mitigasi PB IDI, dr. Eka Ginanjar menyatakan, pembentukan ruang kegiatan yang aman penularan sangat penting dilakukan. Tanpa terkecuali, bisa sama-sama dilakukan oleh semua pihak.

"Perlu adanya kolaborasi secara ketat mengendalikan agent-nya (virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19), lingkungannya dan juga host-nya," tuturnya.

Sementara itu, Arsitek dan Ahli Rancang Kota sekaligus Green Profesional dari GBCI dan co-Inisiator Indonesia Berkebun, Sigit Kusumawijaya, melakukan kerjasama dengan PB IDI untuk memberikan pemahaman terkait pembentukan tata ruang yang sehat dan aman dari Covid-19.

Dia mengungkapkan, pemahaman konsep sehat dan ramah lingkungan harus diprioritaskan, guna menghindari kesalahpahaman terkait dengan ruang yang memiliki banyak lahan hijau justru tidak memiliki manfaat baik bagi kesehatan.

Dia mencontohkan satu penerapan ruang hijau yang banyak di rumah bisa bermanfaat dan membantu bagi penghuninya yang menderita penyakit pernapasan.

"Korelasinya secara tidak langsung nyata dirasakan adalah mengurangi beban rumah sakit. Terlebih dalam kondisi saat ini rumah hijau dan sehat secara nyata dapat membantu mengurangi tingkat penyebaran tertular penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)," jelasnya.

"Termasuk memberikan kenyamanan penghuninya selam pandemi Covid-19, dikarenakan walaupun hampir keseluruhan waktu berada di dalam rumah meraka akan tetap dapat merasakan intensitas dekat dengan alam dan sekitarnya," tambah Sigit.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Penyuntikkan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca Dihentikan Kemenkes
Kesehatan

Penyuntikkan 448.480 Dosis V..

17 Mei 2021 02:36
Kimia Farma: Kami Tidak  Memberikan Toleransi Terhadap Tindakan Yang Tidak Sesuai 'Akhlak'!
Kesehatan

Kimia Farma: Kami Tidak Mem..

16 Mei 2021 23:21
Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot Jaksel Gelar Tes Swab Untuk Pemudik Dari Kampung
Kesehatan

Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot..

16 Mei 2021 20:35
Tingkat Kesembuhan Lebih Tinggi Dari Positif Covid-19, Kasus Aktif Tinggal 90.800 Orang
Kesehatan

Tingkat Kesembuhan Lebih Tin..

16 Mei 2021 16:35
Kepala Puskesmas Bobotsari Purbalingga Meninggal Akibat Covid-19
Kesehatan

Kepala Puskesmas Bobotsari P..

16 Mei 2021 15:49
Kasus Positif Covid-19 Di DKI Bertambah 227, Kasus Aktif Berkurang 364
Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Di DK..

15 Mei 2021 23:41
Jelang Pembukaan Sekolah, Anthony Fauci: Siswa Yang Belum Divaksin Harus Tetap Gunakan Masker Di Dalam Kelas
Kesehatan

Jelang Pembukaan Sekolah, An..

15 Mei 2021 08:58
Ancaman Mutasi Virus Dan Tsunami Covid Di Dunia, Epidemiolog Beri Saran Pemerintah Tutup Perbatasan Hingga Tiga Bulan Ke Depan
Kesehatan

Ancaman Mutasi Virus Dan Tsu..

15 Mei 2021 03:56