Ancaman Tsunami Covid-19 Seperti Di India Bukan Fatamorgana, Ketua IDI Aceh Minta Masyarakat Tidak Lengah

Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman/RMOLAceh

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman, mengingatkan masyarakat Aceh terhadap ancaman gelombang kedua kasus Covid-19. Ia meminta warga untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan.

"Harus kembali ditingkatkan kewaspadaan seluruh masyarakat. Karena bisa diamati beberapa bulan belakangan masyarakat mulai abai dan menganggap Covid-19 sudah turun, sudah selesai, sehingga protokol kesehatan tidak terlalu diperhatikan lagi," kata Safrijal di Banda Aceh, Sabtu (1/5), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Bahkan, lanjut dia, antusiasme beberapa kelompok terhadap vaksinasi masih sangat rendah. Menurutnya, hal tersebut berbahaya.

Karena sejarah membuktikan pandemi tidak datang sekali gelombang. Ada penurunan dan bisa saja terjadi gelombang kedua.

Safrijal menambahkan, gelombang kedua yang terjadi di India merupakan bukti nyata. Pemerintah India mengumumkan bahwa mereka mampu menekan penyebaran alias menang perang melawan Covid-19.

"Kemudian vaksinasi dikerjakan, hampir 100 juta divaksin, kondisi sudah tenang, masyarakat merasa sudah selasai, masyarakat berlaku seolah-olah normal. Akhirnya terjadi ledakan berikutnya," papar Safrijal.

Menurut Safrijal, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 tersebut warga jangan abai terhadap protokol kesehatan.

India, menjadi pelajaran untuk warga Indonesia. Warga harus lebih cepat bergerak. Apalagi varian India, atau dikenal dengan B1617, penularannya sudah menjamur ke Sumatra.

"Bahkan disinyalir bukan hanya sampai, tapi sudah menjadi transmisi atau sudah menyebar ke orang lain," kata Safrijal. Sehingga, kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah kunci memenangkan pertarungan melawan virus ini.

Sementara itu, Jurubicara satgas penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG mengatakan, hingga 30 April 2021, Covid-19 menular kepada 11.045 orang di Aceh. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.598 orang dan jumlah meninggal dunia sebanyak 438 orang.

Data akumulatif tersebut termasuk 78 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien sembuh bertambah 83 orang, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus baru terdata di Banda Aceh, 30 orang; Aceh Besar, 12 orang; Pidie, 9 orang;  Lhokseumawe, 6 orang; Gayo Lues 5 orang; Aceh Timur 3 orang, Aceh Utara, Sabang, dan Aceh Barat, masing-masing, 2 orang; Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Singkil, masing-masing, satu orang. Kasus lain berasal dari luar daerah.

“Satu orang yang dilaporkan meninggal dunia adalah warga Bireuen,” kata SAG.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Penyuntikkan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca Dihentikan Kemenkes
Kesehatan

Penyuntikkan 448.480 Dosis V..

17 Mei 2021 02:36
Kimia Farma: Kami Tidak  Memberikan Toleransi Terhadap Tindakan Yang Tidak Sesuai 'Akhlak'!
Kesehatan

Kimia Farma: Kami Tidak Mem..

16 Mei 2021 23:21
Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot Jaksel Gelar Tes Swab Untuk Pemudik Dari Kampung
Kesehatan

Kerja Sama TNI-Polri, Pemkot..

16 Mei 2021 20:35
Tingkat Kesembuhan Lebih Tinggi Dari Positif Covid-19, Kasus Aktif Tinggal 90.800 Orang
Kesehatan

Tingkat Kesembuhan Lebih Tin..

16 Mei 2021 16:35
Kepala Puskesmas Bobotsari Purbalingga Meninggal Akibat Covid-19
Kesehatan

Kepala Puskesmas Bobotsari P..

16 Mei 2021 15:49
Kasus Positif Covid-19 Di DKI Bertambah 227, Kasus Aktif Berkurang 364
Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Di DK..

15 Mei 2021 23:41
Jelang Pembukaan Sekolah, Anthony Fauci: Siswa Yang Belum Divaksin Harus Tetap Gunakan Masker Di Dalam Kelas
Kesehatan

Jelang Pembukaan Sekolah, An..

15 Mei 2021 08:58
Ancaman Mutasi Virus Dan Tsunami Covid Di Dunia, Epidemiolog Beri Saran Pemerintah Tutup Perbatasan Hingga Tiga Bulan Ke Depan
Kesehatan

Ancaman Mutasi Virus Dan Tsu..

15 Mei 2021 03:56