Farah.ID
Farah.ID

1.278 Pekerja Migran Pulang Ke Indonesia Jelang Lebaran, Kepala BP2MI Pastikan Karantina Kesehatan Berjalan Sesuai Aturan

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 10 Mei 2021, 02:34 WIB
1.278 Pekerja Migran Pulang Ke Indonesia Jelang Lebaran, Kepala BP2MI Pastikan Karantina Kesehatan Berjalan Sesuai Aturan
Ilustrasi kedatangan orang dari bandar udara (Bandara) di Indonesia/Net
Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) diterima pulang ke Indonesia, melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu kemarin (9/5).

Badan Pelindungan Pekerja Indonesia (BP2MI) memastikan, sebanyak 1.278 PMI yang kembali ke tanah air itu emnjalani karantina kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu dipastikan secara langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan menyatakan semua PMI langsung dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina.

"Alhamdulillah, dengan kepulangan hari ini sebenyak 1.278 tidak ada PMI dari berbagai negara di Timur Tengah dan negara-negara penempatan lainnya," ujar Benny dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/5).

Benny menambahkan, para pekerja migran yang pulang berasal dari berbagai negara penempatan seperti Abu Dhabi, Amsterdam, Qatar, Singapura, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Dubai, dan Thailand.

Setelah selesai menjalani karantina, lanjut Benny, BP2MI akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan kepulangan para PMI hingga ke daerah asalnya.

"Kita siapkan surat jalan dari BP2MI dan bersama Gugus Tugas (Satgas) Covid-19," imbuhnya.

Tapi sebelum itu, Benny memastikan bahwa pihaknya menyiapkan shelter BP2MI di setiap daerah yang ada di 23 provinsi, yang tujuannya memberikan logistik pokok ( makanan dan minuman) secara gratis kepada para pekerja migran.

"Ini adalah bentuk perhatian negara kepada PMI. Kita harus berikan rasa hormat kepeda mereka," tuturnya.

Lebih lanjut, Benny mengapresiasi kerja keras PMI yang telah memberikan sumbangan devisa cukup besar kepada negara. Yaitu terbesar ke dua setelah dari sektor Migas. Di mana, remitansi dari PMI setiap tahunnya sebesar Rp 159,6 triliun untuk negara.

"Jadi kalau tidak ada PMI, negara bisa defisit. Oleh karena itu, tidak boleh lagi ada tindakan-tindakan yang merugikan kepada PMI. Pemerintah terus memberikan hormat kepada PMI dan memberikan rasa aman," ungkapnya.

"Selamat tiba di tanah air, tetap jaga kesehatan karena Covid-19 itu ada, selamat menjalani karantina.'' tutup Benny.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA